Salah satu bidang yang mengalami dampak terbesar dari datangnya krisis adalah Pasar Saham. Bahkan salah satu indikator datangnya krisis bisa dilihat dari pergerakan harga-harga saham di suatu negara. Tetapi justru di saat krisis lah terbuka kesempatan besar untuk meraup untung berkali-kali lipat dibandingkan saat perekonomian lancar.
Jurus Jitu Sukses Berinvestasi Saham di Masa Krisis
Diposkan oleh Priambudi Anggoro on 20 April 2009Salah satu bidang yang mengalami dampak terbesar dari datangnya krisis adalah Pasar Saham. Bahkan salah satu indikator datangnya krisis bisa dilihat dari pergerakan harga-harga saham di suatu negara. Tetapi justru di saat krisis lah terbuka kesempatan besar untuk meraup untung berkali-kali lipat dibandingkan saat perekonomian lancar.
Hai ini ada toko elektronik baru dibuka di Bandung. Dia pasang iklan di koran hari sabtu dan minng kalo ada kompor dan kipas angin setengah harga. Harga kompor jadi cuma 39rebu, kipas angin standing cuma 69rebu. Alhasil diserbu orang lah...
Tadi dateng ke tokonya jam 11an, ternyata yg mo beli kompor dan kipas angin dah banyak banged, sampe antri panjang. Untung urusannya cepet dan dibatasi satu orang cuma boleh beli masing-masing dua, jadi ga lama ngantrinya. Diliat-liat banyak banged pengunjung yang sambil liat2 elektronik sambil nenteng kardus kompor dan kipas angin.
Waktu lagi ngantri sempet liat-liat sperti apa sih orang-orang yg tertarik dengan kompor dan kipas angin murah? Ternyata orangnya macem-macem, ada yg datang berbecak, bermotor, yang bermobil malah lebih banyak. Yang tampangnya biasa-biasa ajah, yang tampang kere kaya sy juga ada, yang tampang berduit malah banyak (keliatan dari jenis bajunya yg harganya di atas 150rebu).
Tapi yang pasti rata-rata usianya di atas 30taon, dan kebanyakan dateng bareng istrinya. Brarti tipikal orang bandung tuh senengnya beli barang kebutuhan yang harganya murah. Kalo ga butuh ga mreka beli, kalo ga murah juga ga dibeli. Tapi entah yaa, emang perlu kompor berapa banyak sih di rumah, masa beli sampe dua segala, sebelomnya kan pasti dah punya kompor. Enrahlah... mungkin malah mo dijual lagi, ato u usaha...
Dasar orang bandung... aya-aya wae...
Beli kompor aja kaya ngantri beras...
Anda sebal kalo melihat ada mobil kok kotor bener ga dicuci? Malah kadang-kadang gatel pengen tulis-tulis pesan di kacanya ke yang punya? "Cuci doong", "Tolong cuci aku", "Mobil perang abis operasi". "kapankah aku mandi". Btw itu semua tulisan di mobilku kalo abis parkir.. hehehe.
Tapi taukah ada orang yg justru membayar orang u mengotori mobilnya? (Ah Masaa..) Yaa, karena setelah itu kaca mobilnya akan dilukis. Bagi anda yang terbiasa nulis-nulis di kaca mobil kotor, mungkin kemampuannya bisa dikembangkan jadi seperti di bawah ini.
Kalo Anda googling "Scott Wade's Dirty Car Art!", akan ada banyak artikel tentangnya. Scott adalah artis yang melukis kaca belakang mobil yang kotor menjadi karya seni yang indah. Setiap Scott melakukan hobynya, dia selalu membuat kerumunan penonton.

komentar (0) Link ke posting ini
Label: art, Intermesso
Mari kita bayangkan perjalanan hidup ini sperti kita mo melakukan travel ke suatu tempat. Dari titik awal pemberangkatan, agar sampai di tujuan dengan selamat,
apa saja yang harus dilakukan?
kotak P3K kalo2 ada yg luka, sakit dsb, peta perjalanan, uang, dan lain-lain.
Sesampainya di tempat tujuan, apa yg akan sy kerjakan di sana ?
Untuk melakukannya, barang2 apa saja yg harus sy persiapkan?
Di mana sy mendapatkan barangnya? Bawa dari tempat pemberangkatan?
Beli di perjalanan? Atau beli di tempat tujuan saja?
Atau tidak perlu beli, sebaiknya pinjam saja?
Anggaplah tempat tujuan itu namanya "keluarga sehat dan sejahtera".
Agar bisa sehat, sy harus merawat badan, makan makanan yang sehat, menambahkan supplemen kesehatan apabila perlu, berolah raga. Dan ketika sakit, harus memeriksakannya ke dokter, menyediakan obat dan perawatannya, kalau perlu memastikan operasi saat dibutuhkan.
Agar bisa sejahtera, sy perlu punya uang yg mencukupi apabila ada keperluan2,
seperti, menyediakan kebutuhan sehari-hari, memperbaiki kendaraan, membeli rumah, membayar pulsa telpon, membayar biaya RS, merawat kesehatan, membayar biaya pendidikan, dsb. Selain itu juga dana untuk kebutuhan sosial, seperti membantu orang lain yg kesusahan, menolong kerabat dan kenalan, memberi sumbangan, dan lain-lain.
Agar sy bisa memenuhi kebutuhan keuangan tsb, kita memiliki pendapatan dari pekerjaan/bisnis. Mari kita anggap pekerjaan/bisnis ini sebagai kendaraan kita menuju tempat tujuan. Sebagai kendaraan, tentu saja ada biaya perawatannya. Misalnya biaya transportasi ke kantor, biaya telpon, biaya pengembangan ketrampilan dan masih banyak lagi.
Nah dari semua kondisi tsb, mari kita mulai antisipasi segala sesuatu yg dapat membuat kita gagal mencapai tempat tujuan, setelah itu kita antisipasi juga segala sesuatu yg dapat membuat kita terhambat sampai di tujuan.
Apa yg terjadi kalo pekerjaan sy hilang? bisakah sy sampai tempat tujuan?Apa yg terjadi kalo pencari nafkah utama sakit?
Apa yg terjadi kalo pasangan atau anak sakit?
Apa yg terjadi kalo pencari nafkah utama meninggal?
Apa yg terjadi kalo asset rusak?
Apa yg terjadi kalo inflasi begitu tinggi sehigga harga2 naik?
Apa yg terjai kalo rumah bocor semua dan tidak bisa ditinggali?
Apa jadinya kalo roda kendaraan kempes tengah jalan ketika menuju kantor?
dsb.. dsb...
Mana kondisi yg menggagalkan.. mana yg cuma menghambat..
Yg kemungkinan menggagalkan mari kita atasi duluan,
yg kemungkinan menghambat mari kita atasi setelahnya
Agar bisa mengatasi hambatan dan halangan, ada sebuah tips yg mudah.
Apapun yang Anda miliki, usahakan untuk mengalokasikan dana perawatan dan dana rehabilitasinya. Misalnya, u kesehatan.. u kendaraan.. u tempat tinggal... u komputer.. u telepon.. dsb.
Dan ada 2 cara untuk mengalokasikan dana tersebut. Pertama, dengan cara menanggungnya sendiri. Seluruh dana itu kita sisihkan dan kita tabung. Yang kedua dengan cara mengalihkannya ke pihak lain.
Misalnya beli barang baru cari garansi yg panjang...
beli asuransi u kendaraan.. asuransi u rumah... asuransi jiwa dan kesehatan.. dsb
posted in: Prie Tea Go Blog
Beberapa hari lalu sy mengalami kekacauan di tampilan windows yang disebabkan oleh virus, entah virus apa. Ada beberapa target serangan yg jadi favorit virus, terutama di registry. Seperti misalnya tiba-tiba ga bisa buka regedit, atau folder option di windows explorer ga tampil sehingga ga bisa show hidden file. Kalo dah mumet biasanya kan pake jurus 3 jari sakti ctrl-alt-del, nah kadang-kadang ini juga dilock sama virus sehingga task manager ga muncul. Kasus sy agak.. emm.. parah... desktop doang yang muncul, ga ada start menu ga ada icon... jelas panik laah.
Usut punya usut, akhirnya dapet string regsitry untuk memperbaikinya, ini tinggal copy di bawah. Sumbernya? Jangan tanya, namanya juga orang panik, yg penting bisa diperbaiki, boro-boro inget dapetnya dari mana... hehe
===========================================================================
[Version]
Signature=$CHICAGO$
[DefaultInstall]
AddReg=EnableRegedit
AddReg=RestoreExplorer
DelReg=EnableTaskManager
DelReg=RestoreRegedit
DelReg=RestoreMsConfig
DelReg=EnableFolderOption
DelReg=EnableChangeHomepageIE
DelReg=EnableRunCommand
DelReg=EnableCMD
[EnableRegedit]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableRegistryTools,0x00000020,0
[RestoreExplorer]
HKLM, Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell, 0x00000000, "Explorer.exe"
[EnableTaskManager]
HKLM, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableTaskMgr
[RestoreRegedit]
HKLM, Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\regedit.exe, Debugger
[RestoreMsConfig]
HKLM, Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\msconfig.exe, Debugger
[EnableFolderOption]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoFolderOptions
[EnableChangeHomepageIE]
HKCU, Software\Policies\Microsoft\Internet Explorer\Control Panel, HomePage
HKCU, Software\Policies\Microsoft\Internet Explorer\Restrictions, NoSetHomePage
HKCU, Software\Microsoft\Internet Explorer\Main, Local Page
[EnableRunCommand]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoRun
[EnableCMD]
HKCU, Software\Policies\Microsoft\Windows\System, DisableCMD
====================================================================================
kalo dah dicopy, paste di notepad, terus save as aja jadi namafile.inf
Ganti namafile dengan nama yang anda inginkan, yg penting .inf nya itu. Setelah itu filenya tinggal diklik kanan trus pilih install, nanti otomatis registrynya dikembalikan ke kondisi semula.
beberapa kondisi yg bisa diperbaiki:
1. Membuka akses ke regedit.exe
2. Membersihkan Explorer.exe yang di tempeli virus
3. Membuka blokir Ctrl-alt-del / Task Manager
4. Mengembalikan file regedit.exe yang diubah virus
5. Membuka msconfig.exe untuk mengubah menu startup
6. Mengembalikan Folder Options di windows explorer
7. Mengembalikan IE homepage dari website virus
8. Mengembalikan Run di start menu
9. Mengembalikan Command Prompt (cmd.exe)
Btw ini bukan berbagi, ini catatan sy sendiri takutnya kejadian lagi. Gampang kan tinggal buka blog sendiri .. hehehe
Setelah lewat bulan pertama di tahun 2009, biasanya orang sudah mulai melihat gambaran keuangannya di tahun 2008. Apalagi terkait dengan sunset policy yang digembar-gembrokan pemerintah, Dirjen pajak sudah mengirimkan SPT ke alamat wajib pajak. Mumpung ada kewajiban mengisi SPT, dan mungkin juga ada yang baru tahun kemarin selesai memperbaiki SPT tahun-tahun sebelumnya, akan sangat baik kalau sekalian kita evaluasi pengelolaan keuangan di tahun sebelumnya.
Berikut ada pertanyaan-pertanyaan yang bisa menjadi acuan:
1. Berapa pendapatan Anda tahun lalu?
Apakah meningkat dari tahun sebelumnya?
Bagaimana peningkatan masing-masing sumber penghasilan?
(apabila tidak hanya 1 sumber penghasilan)
Apakah Anda cukup puas dengan hasil ini?
2. Berapa tabungan Anda akhir tahun lalu?
Apakah meningkat?
Adakah penambahan item di kolom harta?
Apakah Anda cukup puas dengan hasil ini?
3. Pendapatan Anda dikurangi penambahan harta dan tabungan,
apakah mencerminkan pengeluaran Anda?
Apa pengeluaran terbesar Anda?
Apakah pengeluaran-pengeluaran tersebut memberi timbal balik yang setimpal?
Berapa % pendapatan yang digunakan untuk membayar tagihan dan hutang-hutang?
4. Apabila semua sumber penghasilan Anda terputus sama sekali,
berapa lama keluarga Anda dapat bertahan hidup tanpa penghasilan?
Cukup kah waktu tersebut untuk mendapatkan sumber penghasilan pengganti?
5. Apabila sesuatu mengalami kerusakan, seperti rumah kebakaran, mobil tertabrak, anak sakit, orang tua mendadak perlu dirawat di RS,
apakah dana rehabilitasinya dapat dikeluarkan seketika tanpa mengganggu keuangan keluarga Anda?
6. Apa saja instrumen keuangan yang sudah Anda manfaatkan?
Apakah lebih banyak instrumen dibandingkan tahun lalu?
(Instrumen keuangan dapat berupa jenis-jenis investasi, jenis-jenis asuransi,
produk-produk dari bank atau lembaga keuangan, dsb)
7. Apakah Anda lebih percaya diri untuk menyongsong tahun 2009?
Nantikan bagian selanjutnya, yang akan membahas bagaimana jawaban-jawaban pertanyaan di atas menggambarkan kondisi keuangan kita.
Kip de spirit haih ya prens . . .
Kasus:
Sy seorang karyawan, belum memiliki kendaraan sendiri. Setiap hari sy harus naik ojeg ke jalan besar lalu naik 2 kali angkutan umum untuk sampai ke kantor. Demikan juga dengan anak sy yg masih smp. Setiap hari sy mengeluarkan 30ribu untuk ongkos sy dan anak sy. Secara nilai tidak masalah, karena kantor sy memberi tunjangan transportasi dan pendidikan anak yang jumlahnya lebih besar daripada keseluruhan ongkos tersebut.
Sy punya rencana untuk membeli sepeda motor. Dengan adanya motor, anak bisa sy antar ke sekolah sebelum sy pergi ke kantor, jadi sy menghemat onkos transportasi untuk 2 orang. Kebetulan sy punya tabungan hasil dari pembagian waris untuk membeli motor secara cash, tetapi ada teman yg menyarankan ambil kredit. Yang mana yg lebih baik?
Ini contoh kasus yg sering terjadi, bagaimana menjawab pertanyaan, "Lebih baik cash atau kredit?". Tentu saja ada banyak pertimbangan dalam menjawabnya, dari sisi kemudahan, keamanan aset, kemudahan cicilan, dsb. Tetapi mari kita lihat bagaimana cara membandingkan untung ruginya secara sederhana.
Anggapan (hanya untuk memudahkan agar angkanya ga kriting):
Harga motor baru : 12 jt
Uang muka kredit motor: 600 ribu
Cicilan motor selama 3 tahun : 500ribu
ongkos bulanan 2 orang : 25 hari x 30 ribu = 750 ribu
Kalau membeli motor berarti ada penghematan (750 ribu - biaya bensin bulanan),
anggaplah nilai ini sebagai 'keuntungan' membeli motor. Anggaplah biaya bensin selama sebulan 50 ribu, jadi keuntungan membeli motor 700rb perbulan.
Kalau membeli cash:
700 ribu : 12 jt = 5,8%
kalau membeli kredit:
selama 3 tahun keuntungannya harus dikurangi cicilan bulanan
(700 ribu - 500 ribu) : 600 ribu = 33%
Setelah cicilan lunas, keuntungannya menjadi:
700 ribu : 600 ribu = 116%
Kalau dibandingkan presentase keuntungannya seperti di atas, mana menurut anda yang lebih baik, cash atau kredit?
Ini hanya ilustrasi sederhana bagaimana sedikit perhitungan bisa memberi keputusan yang lebih terukur. Ada kalanya keputusan finansial tidak sesederhana ini, tetapi prinsipnya tetap sama. Keputusan finansial apapun harus memperhitungkan benefit dari pengeluaran.

