11 Maret 2007

Return Of Condor Heroes 2006


Setelah tersendat-sendat beberapa lama, akhirnya tamat juga nonton yoko 2006. Padahal awalnya ga terlalu smangad, abis nona lungnya bukan Idi Chan sih (Padahal sekarang Idi Chan dah nenek-nenek kali yaa... hehehe), biasaa fanatik berlebihan. Untung ceritanya ga berbeda dengan yg di buku, walopun ada yg diperpendek juga, ga seperti To Liong To 90an yg ceritanya jadi geser jauh, bikin sebel penonton setia (sy sih ga setia, cuma ikutan sebel ajaa).


Jagoannya masih Yoko, belom Bocah Tua Nakal kok pemeran utamanya. Efeknya lumayan, yaah pake efek sineas Hongkong saat ini lah, gayanya mirip Hero-nya Zhang Yimou, rada-rada diperlambat pertarungannya. Eh atau seperti John Woo yaa... aah terserahlah.

Yang bikin kepikiran, ternyata diperlukan campur tangan orang besar untuk menciptakan orang besar. Sin Tiaw Tayhiap Yoko itu bisa jadi pendekar besar karena dia mendapat bimbingan orang-orang besar. Liat aja ilmunya, dari sesepuhnya dunia persilatan, cuma It Teng Taysu yg ilmunya ga dikuasai Yoko. Dari Oey Yok Su dia belajar jurus suling dan sentilan sakti. Dari Ang Cit Kong dia belajar Ilmu tongkat penggebuk anjing. Dari Awyang Hong dia belajar jurus Kodok Buduk dan membalik titik darah. Dia juga belajar formasi pat kwa dari Oey Yong. Dia juga belajar ilmu pedang Coan Cin Pay yang sempat melahirkan Ong Tiong Yang, jagon no 1 di Tionggoan, dan Ciu Pek Tong, si Bocah Tua nakal. Dia juga murid dari Kuburan Mayat Hidup, yang pendirinya 'kawan bergelut'-nya Ong Tiong Yang. Terakhir dia belajar dari Iblis Pedang yg tidak terkalahkan, yg di cerita Balada Hina Kelana menciptakan Tokko Kiu Kiam. Dan jangan lupa, dia dibesarkan oleh Kwee Ceng, walopun ga lama.

Kalau dilihat perjalanan hidupnya, wajar saja Yoko jadi orang besar, dia mendapatkan banyak bimbingan orang besar. Dan banyak juga orang besar di dunia ini yg juga seperti itu. Beethoven pernah mendapat bimbingan Mozart waktu kecilnya, bahkan Mozart bilang bahwa Beethoven bisa lebih besar daripada Mozart. Lady Di jadi pemimpin tanpa jabatan karena dia memimpin dengan hati seperti yg dicontohkan oleh panutannya, Bunda Theresa. Picasso jadi pelukis terkenal karena dia dekat dengan pelukis-pelukis handal bahkan dari jaman sebelum dia (sy lupa namanya, nontonnya udah lama sih).

Yang terpikir saat nonton Yoko adalah, kalau kita ingin memajukan bangsa ini, yg paling cepat adalah dengan menciptakan Orang Besar, Great People kalo di game Civilization mah. Tinggal bagaimana caranya menciptakan Orang Besar tersebut? Salah satu caranya adalah dengan belajar langsung dari Orang-Orang Besar terdahulu. Kalau misalkan di Indonesia ga ada yg cukup mampu di bidang tersebut, berarti kita harus pergi ke luar negri. Mungkin karena itu ada pepatah "Belajarlah sampai ke negeri Cina", maksudnya biar orang itu kalau pengen maju harus mau mendatangi tempat guru berada.

Yang kedua adalah dengan menciptakan lingkungan yang sistemnya diciptakan oleh atao terbukti bisa menciptakan Orang Besar, misalkan sekolah, kursus, perusahaan, organisasi, yayasan, RS, dsb. Seperti tentara menciptakan Perwira Tinggi dengan mendirikan Sekolah Komando (Sesko). Kalau tentara hanya punya Secapa dan Secata saja pasti yg jadi jendral sedikit. Kenapa? Karena kalau kita tinggal di lingkungan mayor, maka akan sulit bagi kita untuk mencapai pangkat jendral. Tapi kalau kita sudah terbiasa bergaul dengan jendral-jendral maka menjadi jendral relatif lebih mudah.

Mungkin karena itu di buku pengembangan diri sering diminta untuk mengisi daftar orang-orang terdekat kita saat ini, karena akan seperti apa kita 5 tahun lagi bisa diketahui dari tipe orang-orang yg sering kita temui saat ini. Biasanya kalau kita dekat dengan orang yg senang baca novel, maka kita pun akan terimbas jadi suka baca novel. Karena itu juga ada istilah "u r what u read'. Buku merupakan salah satu pembentuk pola pikir.

Ya, betul sekali (bagi anda yg menebak pola pikir sebagai faktor terpenting...)
Bergaul dengan Orang Besar, mengikuti pendidikan, kursus, pelatihan, seminar, membaca buku-buku adalah untuk membentuk pola pikir kita menjadi seperti pola pikir Orang Besar. Yoko juga bisa menguasai banyak ilmu yg hebat-hebat karena diajari koukoat (teori, pola pikir) dan gerakannya. Kabarnya, dalam ilmu silat Cina ada istilah jurus biasa dan jurus rahasia. Jurus biasa diajarkan pada seluruh murid, sedangkan jurus rahasia hanya diajarkan pada murid resmi. Gerakannya sama, tetapi isinya berbeda sehingga keampuhannya pun berbeda. Itulah mengapa koukoat itu penting.



Hemm... jadi harus evaluasi nih...
siapa lingkungan terdekat sy....
siapa yg sering sy temui...
buku apa yg sy baca......
kegiatan apa yg sy ikuti.......
film apa yg sy tonton...

(btw istilah silatnya jangan terlalu diliat ya, beda translator beda istilah soalnya...)

05 Maret 2007

Yang Kaya Tetap Kaya

Mengapa dunia ini tidak adil? Sekelompok kecil orang menguasai bagian terbesar sumber daya, sedangkan sisanya memperebutkan bagian terkecil sumber daya? Tahukah anda bahwa di dunia ini 1% orang menguasai 50% uang beredar? Dan 4% lainnya menguasai uang beredar sebanyak 40%? Bukankah ini berarti 95% orang hanya memperebutkan sisa 10% uang beredar? Pantes aja sy susah kaya. Bagian terbesar uang sudah dikuasai orang lain. Kalau saja sy diberi modal yg sama, sy pasti bisa sekaya mereka, begitu pemikiran sy.


Tetapi, tahukah anda, andaikata seluruh uang di dunia dikumpulkan dan dibagikan sama rata ke semua orang, apa yg akan terjadi? Apakah pada tahun-tahun selanjutnya kekayaan itu akan tetap? Akankah kita semua sama-sama kaya sampai seumur hidup?

Marshall Sylver, di dalam bukunya yang berjudul Passion Profit Power, menjelaskan lebih detil mengenai pertanyaan diatas. Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan. Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula.
Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian besar uang yang ada, dan orang-orang yg dulunya miskin akan berubah menjadi kere (becandaaaa....).

Padalah selama ini sy selalu berpikiran bahwa orang bisa banyak duit karena mereka start di tempat yg berbeda. Sy memulai kehidupan dengan tidak punya modal finansial, ga punya relasi, ga punya pendidikan. Sedangkan mereka, keluarganya punya usaha, orang tuanya punya modal, lingkungannya kondusif, uang sakunya gede. Sekedar informasi, dulu saat uang 25 rupiah bisa dapet banyak jajajan, teman sekelas sy ada yg uang sakunya 5000 perhari, kira-kira kalau dengan daya beli saat ini, berarti uang sakunya sekitar 500rb perhari. Padahal saat itu sy ga dapet uang saku. Yah, perbedaan yg sangat jauh yaa. Mungkin karena itu dulu sy yakin orang bisa kaya karena emang startnya lebih depan dari sy.

Tetapi ternyata jawabannya ada pada kebiasaan orang dalam menghadapi uang. Kebiasaan ini terbentuk dari pola pikir orang mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada akhirnya akan kembali miskin, pada saat menerima uang mereka akan berpikir "Enaknya uang ini digunakan untuk membeli apa ya?". Kemudian uangnya dihabiskan untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang. Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan, mereka kembali menjadi miskin.

Sedangkan pola pikir orang kaya, mereka sudah mengetahui akan diapakan uangnya sebelum uangnya ada. Mereka telah merencakan uangnya akan ditanamkan di bisnis apa sehingga menghasilkan lebih banyak. Dengan kata lain, pola pikir orang kaya adalah memanfaatkan uang sebagai asset yg terus tumbuh dan berkembang.

Orang kaya benar-benar selektif dalam menggunakan uangnya, mereka tidak mau menggunakan uang untuk hal-hal di luar kebutuhan. Sedangkan orang yg kembali miskin seringkali mendahulukan keinginannya, bukan kebutuhannya.

Jadi, apakah anda selalu membelanjakan uang untuk pengeluaran yg benar-benar merupakan kebutuhan? Atau sekedar dorongan hati untuk memenuhi kepuasan emosi saja?

Ngapain cape-cape ngejar duit?



Biasanya orang mengatakan 'Setiap orang ingin bahagia', tetapi kali ini sy tidak langsung menggunakan kalimat itu. Karena ada orang yg bahagia walaupun tidak sejahtera. Contohnya, yang sedang dimabuk asmara ketemu dengan yayangnya, yaa pasti merasa bahagia. Atau yang sedang menunggu-nunggu pengumuman penerimaan universitas,begitu namanya tercantum diterima tentu saja merasa bahagia. Atau yang seharian ga sempat makan karena kerjaan menumpuk, begitu ada kesempatan menikmati makanan aduuh rasanya enak sekali.


Tentu saja bukan kebahagiaan seperti itu yg kita maksud. Tapi rasanya mirip kan? Orang bisa merasakan kebahagiaan sesaat padahal persoalan-persoalan yg tadi dia hadapi belum terselesaikan. Mengapa? Karena saat merasakan kebahagiaan itu, orang terlupa dengan semua persoalannya. Suatu kondisi yang aneh ya? Ternyata kebahagiaan itu bukan berarti tidak memiliki persoalan, tapi lebih disebabkan bagaimana hati dan pikiran kita menyikapi kehidupan.

Kesejahteraan yg sy maksud bukan sekedar kekayaan. Karena tidak selalu orang yg banyak harta berarti sudah terpenuhi seluruh kebutuhan utamanya. Kalau boleh sy batasi, kesejahteraan yg sy maksud adalah kondisi di mana seseorang merasa sudah mampu memenuhi seluruh kebutuhan utamanya, tidak dikuatirkan lagi dengan pemenuhan kebutuhan keluarganya di masa depan dan memiliki cukup dana lebih untuk mambantu orang lain mengatasi persoalan keuangannya.

Ada sebuah kebutuhan hakiki dalam diri setiap manusia, yaitu perasaan untuk dihargai, Abraham Maslow menyebutnya sebagai aktualisasi diri. Les Giblin dalam bukunya Art of Dealing with People mengatakan bahwa dalam setiap orang ada ego yg lapar untuk diberi penghargaan oleh orang lain. Memberi atau berbagi adalah cara paling ampuh untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Sayangnya, manusia sulit untuk berbagi apabila belum merasa berlebih.

Kesejahteraan memberi manusia kesempatan untuk berbagi, kesempatan untuk mambantu orang lain, kesempatan untuk mendapatkan penghargaan, kesempatan untuk memenuhi kebutuhan egonya. Saat manusia terpenuhi kebutuhan egonya, dia akan mencintai dirinya sendiri, saat itulah dia bisa mencintai orang lain. Saat dia mampu mencintai orang lain dia dapat memperlakukan orang lain dengan baik, dan sebagai balasannya orang lain akan memperlakukannya dengan baik pula.

Ini hanyalah pemikiran dari orang yg belum sejahtera. Karena sesungguhnya tidak harus untuk memberi dalam bentuk harta, bisa saja memberi dalam bentuk tenaga, pemikiran, waktu, perhatian, atau hanya sekedar senyuman. Akan tetapi bayangkan apabila kita sudah sejahtera, berapa banyak tenaga orang lain yg bisa kita bayar untuk mengganti satu tenaga kita? Berapa banyak guru, kursus, konsultan yg bisa kita bayar untuk menggantikan satu pemikiran kita? Berapa banyak senyuman yg kita dapatkan dengan membantu orang lain?

Kesejahteraan bukanlah syarat untuk mencapai kebahagiaan, akan tetapi dengan kesejahteraan kita bisa lebih cepat mencapainya. Kesejahteraan bukanlah sesuatu yg layak diagung-agungkan sehingga kita terobsesi mengejarnya, karena kesejahteraan dimulai dari hati, yatu hati yg selalu lapar untuk memberi dan mensyukuri apapun yg sudah diterima.

Posting ini hanyalah pembuka dari pemikiran yg ingin sy bagikan dalam Blog. Semoga bisa diterima dan berguna untuk pembaca.

04 Maret 2007

Me & Go Blog

Salam kenal,

Ini posting perdana saya dalam blog, alias langkah pertama mencoba kenalan dengan blog. Sengaja pakai nama yg agak-agak menjurus... biar tetap ingat ada yg lebih pandai dari sy. Blog ini khusus sy isi dengan cerita-cerita ringan, curhat, tempat pelampiasan uneg-uneg, atau sekedar komentar dari kasus-kasus yg terjadi di sekeliling.


Ijinkan sy perkenalkan diri. Nama sy Priambudi, lebih terbiasa dipanggil Prie. Pernah sekolah sampai sarjana, dapat gelar Sarjana Teknik, sempat bekerja di perusahaan manufaktur sekaligus konsultan lingkungan, yg itu nama kerennya. Nama sebenernya sih tukang ngeberesin sampah orang. Ga jauh bedanya dengan tukang sampah yg keliling ngangkutin sampah dari rumah-rumah di kompleks. Bedanya cuma waktu itu peralatan sy lebih 'nakutin' pelanggan daripada sekedar gerobak sampah.

Karena cita-cita sy ingin punya bisnis sendiri, saat mulai merasa nyaman di kantor, justru sy memutuskan untuk mengundurkan diri. Bisnis yang paling pertama sy dalami selepas jadi karyawan adalah bidang distribusi makanan kesehatan yg banyak bikin orang sebel karena namanya MLM.

Ada sebuah panggilan dalam hati sy yg merasa puas kalau bisa berbagi dengan orang lain. Karena sy bukan orang berada, yg bisa sy bagikan hanya sesuatu yg gratis dan tidak akan berkurang walaupun dibagikan pada seluruh orang di dunia ini, yaitu pengetahuan. Mungkin karena sy senang waktu melihat wajah orang yg merasa 'tercerahkan', 'ooo begituu', baru ngerti, dsb, jadinya berbagi pengetahuan boleh dibilang jadi candu bagi sy.

Kebetulan sekali, bidang kerja sy sekarang di beberapa bidang bisnis, seperti Financial Planning, Investment, Property, Insurance, Kesehatan, Buku dan penerbitan, Gathering Organizer, Inhouse Training, Human Development, dsb. Sehingga memberi peluang untuk melakukan kesenangan sy. Lumayan kan? Dibayar untuk melakukan hobby? Mungkin itu yg membuat sy bisa bertahan beberapa tahun di beberapa bidang bisnis ini.

Bidang keilmuan sy adalah proses, sehingga selama kuliah berlatih untuk merubah suatu kondisi menjadi kondisi yg diinginkan dan mencari proses yg paling cocok untuk itu. Karena sudah terlalu lama, hal itu menjadi kebiasaan. Sampai sekarang terbiasa untuk melihat sesuatu sebagai bahan baku untuk diubah menjadi lebih baik, lebih ekonomis, lebih bernilai jual. Mungkin karena itu juga sy merasa cocok di MLM. Karena di MLM sy dibiasakan untuk melihat bahwa segala hal memiliki potensi untuk menjadi lebih baik dan tugas sy adalah menemukan proses yg tepat untuk merubahnya serta melaksanakan proses tersebut hingga tuntas. Karena kebanyakan kasus yg terjadi di MLM adalah tentang hubungan antar manusia, maka proses yg paling sering terjadi adalah pelatihan, kursus, seminar, edukasi, dan training.

Nah, pembaca, jangan sampai salah tangkap yaa. Posting ini bukan tentang MLM, tapi tentang sy. Biar jangan kaget kalau postingan selanjutnya sering nyerempet MLM. Karena Blog ini bukan untuk promosi bisnis MLM sy, blog ini untuk..... oh sudah ditulis ya di atas, ya sudah, baca lagi sajah.

Welcome 2 my world
Keep The Spirit High

Contact me: prietea@yahoo.com