Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

27 Agustus 2014

Macam - macam Majas dan Contohnya

Sumber :Macam - macam Majas dan Contohnya

Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.

1. Kl1maks
Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.

2. Antikl1maks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya

3. Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang

4. Antitesis
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.
Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai

5. Epizeuksis
Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.
Contoh : Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengajar semua ketinggalan kita.

6. Tautotes
Ada;aj repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.
Contoh : kau menunding aku, aku menunding kau, kau dan aku menjadi seteru

7. Anafora
Adalah repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis.
Contoh : Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa

8. Epistrofora
Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan Contoh : Bumi yang kau diami, laut yang kaulayari adalah puisi,
Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi

9. Simploke
Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut.
Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.

10. Mesodiplosis
Adalah repetisi di tengah-tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan.
Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.

11. Epanalepsis
Adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.
Contoh : Kita gunakan pikiran dan perasaan kita.

12. Anadiplosis
Adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya.
Contoh : Dalam baju ada aku, dalam aku ada hati. Dalam hati : ah tak apa jua yang ada.

13. Aliterasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.
Contoh : Keras-keras kena air lembut juga

14. Asonansi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.
Contoh : Ini luka penuh luka siapa yang punya

15. Anastrof atau Inversi
Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan.
Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.

16. Apofasis atau Preterisio
Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal.
Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara

17. Apostrof
Adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir.
Contoh : Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaan seperti yang pernah kau perjuangkan

18. Asindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.
Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.

19. Polisindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh : Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?

20. Kiasmus
Adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya.
Contoh : Semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.

21. Elipsis
Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.
Contoh : Risalah derita yang menimpa ini.

22. Eufimisme
Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan.
Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran

23. Litotes
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri
Contoh : Mampirlah ke gubukku!

24. Histeron Proteron
adalah gaya bahasa yang merupakan kebailikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.
Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasir putihnya

25. Pleonasme
Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

26. Tautologi
Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan

27. Parifrasis
Adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya.
Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu

28. Prolepsis atau Antisipasi
Adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi.
Contoh : Keua orang tua itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.

29. Erotesis atau Pertanyaan Retoris
Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.
Contoh : inikah yang kau namai bekerja?

30. Silepsis dan Zeugma
Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama.
Contoh : ia
menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.

31. Koreksio atau Epanortosis
Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.
Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.

32. Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

33. Paradoks
Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda.
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.

34. Oksimoron
adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh : Keramah-tamahan yang bengis

35. Asosiasi atau Simile
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya.
Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

36. Metafora
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.
Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita

37. Alegori
adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.

38. Parabel
Adalah gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya.
Contoh : Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar

39. Personifikasi
Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup.
Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting

40. Alusi
Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa.
Contoh : Pkartini kecil itu turut memperjuangkan haknya

41. Eponim
Adalah gaya dimana seseorang namanya begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
Contoh : Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan.

42. Epitet
Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal.
Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan.

43. Sinekdode
- Pars Pro Tato
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian hal untuk menyatakan keseluruhan. Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya
- Totum Pro Parte
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSI Harimau

44. Metonimia
Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah

45. Antonomasia
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.

46. Hipalase
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh : ia masih menuntut almarhum maskawin dari Kiki puterinya (maksudnya menuntut maskawin dari almarhum)

47. Ironi
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?

48. Sinisme
adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam
Contoh : Harum bener baumu pagi ini

49. Sarkasme
Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan.
Contoh : Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga

50. Satire
Adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu.
Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!

51. Inuendo
Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya

52. Antifrasis
Adalah gaya bahsa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri, atau kata-kata yang dipakai untuk menangkal kejahatan, roh jahat, dan sebagainya.
Contoh : Engkau memang orang yang mulia dan terhormat

53. Pun atau Paronomasia
Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi.
Contoh : Tanggal satu gigi saya tinggal satu

54. Simbolik
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang.
Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.

55. Tropen
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang.
Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.

56. Alusio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.
Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

57. Interupsi
adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.

58. Eksklmasio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.
Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.

59. Enumerasio
Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.

60. Kontradiksio Interminis
Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.
Contoh : semuanya telah diundang, kecuali Sinta.

61. Anakronisme
Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu.
Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)

62. Okupasi
Adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.
Contoh : Minuman keras dapat merusak dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.

63. Resentia
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan.
Contoh : “Apakah ibu mau….?”

01 Mei 2013

Cerita ringan tentang suatu wawancara kerja


Seorang pemuda dengan nilai akademis yang istimewa melamar posisi manajerial di sebuah perusahaan besar.

Dia melewati wawancara pertama, direktur melakukan wawancara terakhir, membuat keputusan terakhir.

Direktur menemukan dari CVnya bahwa prestasi akademik pemuda tersebut sangat baik sepanjang waktu, dari sekolah menengah sampai penelitian pascasarjana,

Tidak pernah ada satu tahun pun ketika dia tidak mencapai nilai yang istimewa.



Direktur bertanya,
"Apakah Anda memperoleh beasiswa di sekolah?"
Si pemuda menjawab "tidak ada".

Direktur bertanya,
"Apakah ayahmu yang membayar biaya sekolah Anda?"
Pemuda itu menjawab,
"Ayah saya meninggal ketika saya berusia satu tahun, semua itu adalah ibu saya yang membayar biaya sekolah saya."

Direktur bertanya,
"Di mana ibumu bekerja?"
Pemuda itu menjawab,
"Ibuku bekerja sebagai pencuci pakaian.

Direktur meminta pemuda untuk menunjukkan tangannya.
Pemuda menunjukkan sepasang tangan yang halus dan sempurna.

Direktur bertanya,
"Pernahkah Anda membantu ibu Anda mencuci pakaian sebelumnya?"
Pemuda itu menjawab,
"Tidak pernah, ibu saya selalu ingin saya belajar dan membaca lebih banyak buku. Selain itu, ibu saya bisa mencuci pakaian lebih cepat daripada saya.

Direktur mengatakan,
"Saya punya permintaan. Ketika Anda kembali hari ini, tolong bersihkan tangan ibumu, dan kemudian temui saya besok pagi. *

Pemuda merasa bahwa kesempatannya sangat tinggi untuk mendapat pekerjaan. Ketika ia kembali, ia dengan senang hati meminta ibunya untuk membiarkan dia membersihkan tangannya. Ibunya merasa aneh, senang tapi dengan perasaan campur aduk, ia menunjukkan tangannya kepada anak tersebut.

Pemuda membersihkan tangan ibunya dengan perlahan. Air matanya jatuh saat ia melakukannya. Ini adalah pertama kalinya ia melihat bahwa tangan ibunya begitu keriput, dan ada begitu banyak memar di tangannya. Beberapa memar begitu menyakitkan bahkan ibunya menggigil ketika dibersihkan dengan air.

Ini adalah pertama kalinya pemuda tersebut menyadari bahwa sepasang tangan inilah yang mencuci pakaian sehari-hari untuk memungkinkan dia membayar biaya sekolah. Memar-memar di tangan ibu adalah harga yang harus dibayar untuk lulus, keunggulan akademik dan masa depannya.

Setelah selesai membersihkan tangan ibunya, pemuda itu diam-diam dicuci semua pakaian yang tersisa untuk ibunya.

Malam itu, ibu dan anak berbicara untuk waktu yang sangat lama.

Keesokan paginya, pemuda pergi ke kantor direktur.
Direktur melihat air mata di mata pemuda itu, bertanya:
"Bisakah Anda ceritakan apa yang telah Anda lakukan dan pelajari kemarin di rumah Anda?"
Pemuda itu menjawab,
"Aku membersihkan tangan ibuku, dan juga selesai membersihkan semua pakaian yang tersisa '

Direktur bertanya,
"Tolong ceritakan perasaan Anda."
Pemuda itu berkata,
Nomor 1,
Sekarang aku tahu apa yang disebut apresiasi. Tanpa ibu saya, tidak akan sukses saya hari ini.
Nomor 2,
Dengan bekerja sama dan membantu ibu saya, hanya sekarang saya menyadari betapa sulitnya untuk melakukan sesuatu.
Nomor 3,
Aku datang untuk menghargai betapa penting dan bernilainya hubungan keluarga.

Direktur mengatakan,
"Ini adalah apa yang saya cari untuk menjadi manajer saya. Saya ingin merekrut orang yang bisa menghargai bantuan orang lain, orang yang tahu penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, dan orang yang tidak akan menempatkan uang sebagai satunya tujuan dalam hidupnya. Anda dipekerjakan.

Kemudian, orang muda ini bekerja sangat keras, dan menerima rasa hormat dari bawahannya. Setiap karyawan bekerja dengan tekun dan sebagai sebuah tim. Kinerja perusahaan meningkat pesat.


Seorang anak, yang selalu dilindungi dan biasa diberikan apapun yang ia inginkan, akan mengembangkan "mentalitas hak" dan akan selalu menempatkan dirinya sendiri. Dia akan mengabaikan upaya orangtuanya.

Ketika ia mulai bekerja, ia menganggap bahwa setiap orang harus mendengarkan dia, dan ketika ia menjadi manajer, ia tidak akan pernah tahu penderitaan karyawan dan akan selalu menyalahkan orang lain.

Untuk jenis orang yang mungkin baik akademis, mungkin bisa berhasil untuk sementara waktu, tapi akhirnya tidak akan merasakan lagi prestasi.

Dia akan mengeluh dan akan penuh kebencian dan berjuang untuk lebih. Jika kita seperti ini, menjadi orangtua yang protektif, apakah kita benar-benar menunjukkan cinta atau kita menghancurkan anak itu? *


Anda dapat membiarkan anak Anda tinggal di sebuah rumah besar, memberinya supir & Mobil untuk berkeliling, makan makanan yang enak, belajar piano, menonton TV layar lebar. Tetapi bila Anda memotong rumput, tolong biarkan mereka mengalaminya. Setelah makan, biarkan mereka cuci piring dan mangkuk masing-masing bersama-sama dengan saudara-saudaranya. Katakan kepada mereka untuk naik bis umum, bukan karena Anda tidak memiliki uang untuk memberi Mobil atau Menyewa Pembantu, tapi itu karena Anda ingin mencintai mereka dengan cara yang benar. Anda ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kaya orang tua mereka, suatu hari rambut akan tumbuh uban, sama seperti Bundanya pemuda tersebut. Yang paling penting adalah anak Anda belajar bagaimana menghargai suatu upaya dan belajar memiliki pengalaman menghadapi kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu ..

23 April 2013

Pertemuan itu, Mengubah Pandangan Kartini Tentang Islam

dakwatuna.com - Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;
Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?

Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.

Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.

Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?


RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.

Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya.

Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kitab ini terlalu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.



Namun, Kartini tidak menceritakan pertemuannya dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang — lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat. Adalah Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, yang menuliskan kisah ini.

Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.


“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Alquran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.

Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.


Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; 
Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; 
“Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah."

Sumber

Here I Stand - Sebuah Pidato Wisuda

Berikut adalah transkrip dari Coxsackie-Athens HS Class of 2010 pidato perpisahan yang menjadi virus di web, sehingga membuat saya dinyatakan sebagai 'perpisahan yang berbicara menentang sekolah.'


Here I Stand
Erica Goldson
25 Juni 2010


Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda, murid tetapi sungguh-sungguh ingin mencapai Zen, mendekati gurunya dan bertanya,
"Jika saya bekerja sangat keras dan tekun, berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi saya untuk menemukan Zen?" Master memikirkan hal ini, kemudian menjawab , "Sepuluh tahun."

Murid tersebut kemudian berkata, "Tapi bagaimana kalau saya bekerja sangat, sangat keras dan benar-benar menerapkan diri untuk belajar dengan cepat - Berapa lama kemudian" Jawab Guru, "Yaah, dua puluh tahun"

"Tapi, jika saya benar-benar, benar-benar bekerja di itu, berapa lama itu? "tanya mahasiswa." Tiga puluh tahun, "jawab sang Guru.

" Tapi, saya tidak mengerti, " kata murid itu dengan kecewa." Pada setiap waktu itu saya mengatakan saya akan bekerja lebih keras , Anda mengatakan itu akan membawa saya lebih lama. Mengapa Anda berkata begitu? "
Jawab Guru," Bila Anda memiliki satu mata pada tujuan, Anda hanya memiliki satu mata di jalan. "


Ini adalah dilema yang saya hadapi dalam sistem pendidikan Amerika. Kami sangat terfokus pada tujuan, apakah itu lulus tes, atau lulus sebagai pertama di kelas. Namun, dengan cara ini, kita tidak benar-benar belajar. Kami melakukan apa pun hanya untuk mencapai tujuan tersebut.

Beberapa dari Anda mungkin berpikir, "Well, jika Anda lulus ujian, atau menjadi lulusan terbaik, apakah tidak belajar sesuatu?". Well ya, Anda belajar sesuatu, tetapi tidak semua yang bisa Anda dapatkan. Mungkin, Anda hanya belajar bagaimana untuk menghafal nama, tempat, dan tanggal untuk kemudian lupa karena pikiran Anda dibersihkan untuk tes berikutnya. Tidak semua bisa didapatkan dari sekolah. Sekarang, sekolah adalah tempat bagi kebanyakan orang di mana tujuan mereka adalah untuk keluar secepat mungkin.

Saya sekarang mencapai tujuan tersebut. Saya lulus. Saya harus melihat ini sebagai pengalaman positif, terutama berada di rangking teratas kelas saya. Namun, dalam retrospeksi, saya tidak bisa mengatakan bahwa saya lebih cerdas daripada rekan-rekan saya. Saya bisa membuktikan bahwa saya hanya yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan pada saya dan menjalankan sistem.

Namun, di sini saya berdiri, dan saya seharusnya bangga bahwa saya telah menyelesaikan periode indoktrinasi ini. Saya akan meninggalkannya saat musim gugur untuk melanjutkan ke tahap berikutnya yang diharapkan dari saya, untuk menerima sebuah dokumen kertas yang menyatakan bahwa saya mampu bekerja. Tapi Saya seorang manusia, seorang pemikir, seorang petualang - bukan pekerja.

Seorang pekerja adalah seseorang yang terjebak dalam pengulangan - budak dari sistem yang diatur untuknya. Tapi sekarang, saya telah berhasil menunjukkan bahwa Saya adalah budak terbaik. Saya melakukan apa yang diperintahkan dengan hasil yang istimewa. Sementara yang lain duduk di kelas dan mencoret-coret untuk kemudian menjadi seniman besar, Saya duduk di kelas untuk mencatat dan menjadi peserta ujian yang pandai. Sementara yang lain akan datang ke kelas tanpa menyelesaikan pekerjaan rumahnya karena mereka membaca yang mereka minati, Saya tidak pernah melalaikan sebuah tugas pun. Sementara yang lain sedang menciptakan musik dan menulis lirik, saya memutuskan untuk mengambil SKS tambahan, meskipun saya tidak membutuhkannya. Jadi, Saya bertanya-tanya, kenapa Saya menginginkan posisi ini? Tentu, saya mendapatkannya, tetapi apa manfaatnya?

Ketika saya meninggalkan institusi pendidikan, apakah saya akan berhasil atau selamanya tersesat? Saya tidak memiliki petunjuk tentang apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya, saya tidak punya ketertarikan karena saya melihat setiap mata pelajaran sebagai pekerjaan, dan Saya unggul di setiap mata pelajaran hanya agar Unggul, tidak belajar. Dan terus terang, sekarang Saya takut.

John Taylor Gatto, mantan guru dan aktivis kritis wajib belajar, menegaskan, "Kita dapat mendorong kualitas terbaik dari masa muda - rasa ingin tahu, petualangan, ketahanan, kemampuan untuk menerima wawasan yang mengejutkan, hanya dengan menjadi lebih fleksibel tentang waktu, teks, dan tes, dengan memperkenalkan anak-anak ke orang dewasa yang benar-benar kompeten, dan dengan memberikan setiap siswa kebebasan yang dia butuhkan untuk mengambil resiko saat ini dan kemudian. Tapi kita tidak melakukan itu. "

Dalam dinding kelas, kita semua diharapkan untuk menjadi sama. Kami dilatih untuk menjadi ahli dalam setiap tes standar, mereka yang menyimpang dan melihat cahaya melalui lensa yang berbeda dianggap tidak berharga dalam skema pendidikan ini, dan karena itu dilihat dengan pandangan hina.

HL Mencken menulis dalam The Mercury Amerika untuk April 1924 bahwa tujuan pendidikan tidak untuk
mengisi kaum muda dengan pengetahuan dan membangkitkan kecerdasan mereka. ... Tidak ada yang bisa jauh dari kebenaran. Tujuannya ... hanya untuk menciptakan individu sebanyak mungkin ke tingkat kemampuan yang sama, untuk berkembang biak dan menjadi warga standar, untuk meninggalkan perbedaan pendapat dan orisinalitas. Itulah tujuannya di Amerika Serikat. (Gatto) 
Untuk menggambarkan ide ini, tidakkah itu mengusik Anda untuk tentang pengertian belajar "berpikir kritis." Apakah benar ada hal sebagai "tidak berpikir kritis"? Berpikir adalah memproses informasi dalam rangka untuk membentuk opini. Tetapi jika kita tidak kritis ketika memproses informasi ini, apakah kita benar-benar berpikir? Atau kita menerima pendapat lain sebagai kebenaran tanpa dipikirkan?

Ini terjadi pada saya, jika bukan karena kejadian langka dari guru bahasa Inggris kelas 10 yang tidak biasa, Donna Bryan, memungkinkan saya untuk membuka pikiran saya dan mengajukan pertanyaan sebelum menerima doktrin buku teks, saya pasti sudah hancur. Saya sekarang tercerahkan, tapi pikiranku masih terasa dinonaktifkan. Saya harus melatih diri sendiri dan selalu ingat betapa tempat gila ini seolah-olah benar-benar normal.

Dan sekarang di sinilah Saya di dunia yang dipandu oleh rasa takut, yang menekan keunikan dunia yang terletak di dalam kita masing-masing, sebuah dunia di mana kita bisa menyetujui omong kosong manusiawi perusahaan besar dan materialisme atau bersikeras pada perubahan.

Kami tidak termotivasi oleh sistem pendidikan yang dengan sembunyi-sembunyi mempersiapkan kami untuk pekerjaan yang bisa otomatis, untuk pekerjaan yang tidak perlu diselesaikan, karena perbudakan tanpa kesungguhan untuk mendapat pencapaian yang berarti. Kami tidak punya pilihan ketika uang menjadi motivasi hidup. Kekuatan motivasi kami seharusnya gairah, tapi hal ini hilang saat kita melangkah ke sistem yang melatih kita, daripada menginspirasi kita.

Kita lebih baik dari robot rak buku, yang dipersiapkan untuk menyatakankan fakta yang diajarkan di sekolah. Kita semua sangat khusus, setiap manusia di planet ini begitu istimewa, jadi bukankah kita semua layak mendapatkan sesuatu yang lebih baik, menggunakan pikiran kita untuk inovasi daripada menghafal, untuk kreativitas daripada kegiatan sia-sia, untuk perenungan daripada stagnasi ? Kita di sini bukan untuk mendapatkan gelar, untuk kemudian mendapatkan pekerjaan, sehingga kita bisa memuaskan kebutuhan industri. Ada sesuatu yang lebih dari itu, dan lebih lagi.

Bagian yang paling menyedihkan adalah bahwa sebagian besar siswa tidak memiliki kesempatan untuk merenungkan seperti yang saya lakukan. Mayoritas siswa dimasukkan dalam teknik cuci otak yang sama dalam rangka menciptakan angkatan kerja yang berpuas dengan bekerja untuk kepentingan perusahaan besar dan pemerintah rahasia, dan bagian terburuk dari semua, mereka benar-benar tidak menyadarinya.

Saya tidak akan pernah bisa mengembalikan 18 tahun ini. Saya tidak bisa lari ke negara lain dengan sistem pendidikan yang mencerahkan daripada mengkondisikan. Bagian ini dari hidup saya sudah berakhir, dan saya ingin memastikan bahwa tidak ada anak lain yang mengalami ditekannya potensi dirinya oleh suatu kekuatan yang dimaksudkan untuk mengeksploitasi dan mengendalikannya.

Kita adalah manusia. Kita adalah pemikir, pemimpi, penjelajah, seniman, penulis, insinyur. Kita menjadi apa pun yang kita inginkan - tetapi hanya jika kita memiliki sistem pendidikan yang mendukung kita daripada memegang kita. Sebuah pohon dapat tumbuh, tetapi hanya jika akarnya diberi landasan yang sehat.

Bagi Anda di luar sana yang terpaksa terus duduk di meja dan menyerah kepada ideologi otoriter instruktur, jangan berkecil hati. Anda masih memiliki kesempatan untuk berdiri, mengajukan pertanyaan, bersikap kritis, dan menciptakan perspektif Anda sendiri.

Menuntut kondisi yang akan memfasilitas kemampuan intelektual Anda untuk memperluas pikiran Anda bukan mengarahkan. Menuntut agar Anda dapat berminat di kelas. Menuntut kebenaran alasan yang tidak cukup baik, "Kamu harus belajar ini untuk ujian". Pendidikan adalah alat yang sangat bagus, jika digunakan dengan benar, tetapi lebih fokuslah pada belajarnya daripada mendapatkan nilai bagus.

Bagi Anda yang bekerja dalam sistem yang saya sebutkan, saya tidak bermaksud untuk menghina, saya berniat untuk memotivasi. Anda memiliki kekuatan untuk mengubah kekurangan dari sistem ini. Saya tahu bahwa Anda tidak menjadi guru atau administrator untuk melihat siswa Anda bosan. Anda tidak dapat menerima begitu saja kewenangan badan pemerintahan yang memerintah Anda untuk melakukan apa yang harus diajarkan, bagaimana mengajarkannya, dan bahwa Anda akan dihukum jika Anda tidak mematuhi. Karena potensi kita yang dipertaruhkan.

Bagi Anda yang sekarang meninggalkan lingkungan ini, saya katakan, jangan lupa dengan apa yang terjadi di dalam kelas tersebut. Jangan meninggalkan orang-orang yang datang setelah Anda. Kita adalah masa depan yang baru dan kita tidak akan membiarkan tradisi ini berdiri. Kita akan memecah dinding korupsi agar sebuah taman pengetahuan dapat tumbuh di seluruh Amerika. Setelah dididik dengan benar, kita akan memiliki kekuatan untuk melakukan apa-apa, dan terbaik dari itu semua, kita hanya akan menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan, karena kita akan menyebarkan benih dan bijaksana. Kita tidak akan menerima apapun pada nilai nominal. Kita akan mengajukan pertanyaan, dan kita akan menuntut kebenaran.

Jadi, di sini Saya berdiri. Saya tidak berdiri di sini sebagai pembaca pidato perpisahan saya sendiri. Saya dibentuk oleh lingkungan saya, bersama semua rekan-rekan yang duduk di sini melihat saya. Saya tidak bisa mencapai ini tanpa kalian semua. Ini semua yang benar-benar membuat saya menjadi seperti hari ini. Anda semua adalah kompetitor saya, namun juga tulang punggung saya. Oleh karena itu, kita semua adalah lulusan terbaik.

Saya sekarang harus mengucapkan selamat tinggal kepada sekolah ini, orang-orang yang menjalankannya, orang-orang yang mendampingi saya, dan orang-orang mendukung saya dari belakang, tapi saya harap perpisahan ini tidak lebih dari "semoga bertemu kembali" ketika kita semua bekerja sama untuk membesarkan suatu gerakan pedagogis. Tapi pertama-tama, mari kita dapatkan potongan-potongan kertas yang menyatakan bahwa kita cukup pintar untuk melakukannya!

(diterjemahkan secara bebas - prie ^_^)


sumber

16 Maret 2013

Program CFP 1 - Jakarta, Maret 2013

BIC Course bekerjasama dengan IFPI, mendapatkan rekomendasi dari FPSB (Financial Planning Standards Board) untuk menyelenggarakan program sertifikasi perencanaan keuangan (CFP®) yang diakui di 20 negara di dunia yaitu Amerika Serikat, Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Hongkong, Korea, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, China, Indonesia, Afrika Selatan, Swiss, Inggris, Austria, Brazil, India, dan Taiwan.


Jadwal CFP 1 Jakarta  22-24 Maret 2013
  • Jum'at, 22 Maret 2013 : 18.00 - 21.30
  • Sabtu , 23 Maret 2013 : 09.00 - 21.00
  • Minggu, 24 Maret 2013 : 09.00 - 19.00

Tempat :
BIC
jl Griya Utama Sunter
Komplek Puri Mutiara blok BF 15
Jakarta Utara


Biaya: Rp 5.500.000,-

Untuk pendaftaran, hubungi :
  • Maria Regina 0812 303 9000
  • Fenny 0812 175 8589
  • PIN BB BIC 22CE4385
Materi: Program CFP

25 Januari 2012

Investasi yang baik di tahun naga



Aah sebetulnya ga peduli mo taon apa, mo taun kucing kek mo taon cacing kek,
taun ini sy malah ciong kok,
tapi... peduli apa? Maju perut pantat mundur...
kumpul ora kumpul, mangan jalan teruuus.... ^_^

Kalo seputar investasi, ada pertanyaan standar yg sering kita temui,
"Sy nubie, mo mulai investasi, gimana caranya?"
pertanyaan sederhana, jawabannya yg panjang

Daaan, nasehat terbaik u pertanyaan ini dimenangkan oleh,
(dudududududung.... eng ing eeeng...)
"Sediakan waktu u belajar"
(redaksi bole berbeda, intinya tetap sama...)

Simple answer 4 simple question...

Tapiiii.....
banyak orang yg salah kaprah dengan jawaban ini,
disangkanya intinya pada 'belajar',
bukan... sama sekali bukan...

intinya pada 'waktu' ....
investasi selalu berhubungan dengan waktu,
baik dalam kalimat, "investasi jangka pendek, jangka panjang, jangka menengah"
atau "berapa return pertahunnya?"
atau "berapa lama ngumpulin modalnya?"
atau "keuntungan ini hasil pengalaman berapa tahun?"

atau kalimat lain yg dianggap tidak terlalu berhubungan dengan investasi,
padahal berhubungan sekali...
"konser ini menampilkan hasil latihan sy selama 30 tahun"
"setelah menghabiskan 2 tahun u S2 akhirnya sy bisa naik golongan"
"bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian"
"bisa karena biasa"
"muda kaya-raya, tua foya-foya, mati masuk surga"

Tahukah rekan sekalian,
Kita bisa mendapatkan apapun yg kita inginkan selama ada cukup waktu

Selama ada waktu, kita bisa mengumpulkan modal,
mengumpulkan informasi, menemukan suplier, mempelajari, dsb

Masalahnya, dengan waktu yg tersisa, usia yg tersisa ini,
dengan aktivitas yg sama selama ini,
masih mungkinkah kita mendapatkan apa yg kita inginkan?

kalo membahas masalah finansial,
bisnis dan investasi adalah permainan tim,
bgitu kata kios aki ya?

artinya apa?
jangan habiskan waktu kita u melakukan segalanya sendirian,
bentuk tim kita dan mulailah membagi tugas dan bekerja sama,
sehingga waktu kita lebih produktif

Gimana caranya?
Biarkan anggota tim yg lebih expert u menggantikan kita,
kita berfokus melakukan ekspertise kita sendiri.
Satukan hasilnya dan lihatlah betapa besarnya yg bisa kita dapat

Lha, membentuk timnya gimana ceritanya?
"burung sejenis akan berkumpul bersama"
"dengan siapa Anda berkumpul saat ini, ke sana lah Anda menuju"
Mudahnya, ciptakan komunitas,
berkumpullah dengan orang2 yg kita ingin sperti mereka

Jadi kalo Anda ingin jadi manager di kantor, jangan kumpul sama OB...
kumpulnya sama manager2 biar 1 frekuensi
kumpul lho ya, bukan bersosialisasi, ntar ga ada yg mau nyapa OB ^_^

Quote Einstein u finansial biasanya yg ini yg dikutip "bunga majemuk adalah keajaiban dunia kedelapan"
tapi menurut sy yg lebih penting sebetulnya quote yg ini
"kegilaan adalah melakukan sesuatu dengan cara yg samadan berharap mendapatkan hasil yg berbeda" 

Selama gunung masih menghijau, jangan takut ga dapet kayu bakar.
Selama jantung masih berdetak, kesempatan masih terbuka
mengulang yg lama   -kip d spirit haih-


Seminar investasi yang diadakan oleh Tim Wealth Manager Association,
Penulis buku The Secret of Wealth Management

"Siapa Bilang Memulai Investasi Itu Sulit dan Butuh Modal Besar?"
Temukan jawabannya dalam seminar investasi dgn tema "Peluang Emas Berinvestasi di Tahun Naga"

Hari Sabtu : 4 February 2012Jam : 10.00-13.00
Tempat : Rukan Puri Mutiara Blok BF.No.15 Jl.Griya Sunter Jakarta Utara
Biaya : Rp.50.000 (termasuk makan siang)

Pendaftaran Hubungi : 02191601999 & 08557898086
TEMPAT TERBATAS

Nantikan acara-acara lainnya dari Wealth Manager Association,
dan bergabunglah dengan komunitasnya


"Sy kaya bukan karena memiliki segalanya,
sy kaya karena tidak memerlukan apa-apa lagi" - quote by Someone

19 Desember 2011

Indahnya Ketidaktahuan

Ada sebuah kisah menarik tentang seorang mahasiswa baru di Universitas California , Berkeley, Amerika Serikat, yang datang terlambat ke kelas Prof. Neyman. Prof Jerzy Neyman (16 April 1894 – 5 Agustus 1981) adalah salah seorang guru besar matematika tingkat dunia.

Ketika mahasiswa terlambat itu sampai di ruang kelas tempat Prof. mengajar ternyata tidak ada seorangpun disana, dan di papan tulis terdapat dua soal matematika. Asumsi dari mahasiswa yang terlambat otomatis menganggap bahwa 2 tugas itu adalah tugas untuk dikerjakan di rumah. Sesampainya di rumah , ia mencoba menyelesaikan kedua soal sulit tersebut. Ternyata diperlukan waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya. 

Keesokan harinya ia menyerahkan hasil pekerjaannya kepada Prof. Neyman dan meminta maaf atas keterlambatan penyerahan tugas tersebut karena kedua soal tersebut terasa sangat sulit dibandingkan dengan soal-soal yang biasa diberikan. Dengan sedikit rasa takut Ia bertanya kepada Prof. Neyman. apakah ia masih mau menerima pekerjaan rumah tersebut. Prof Neyman tidak begitu menanggapi dan menyuruh mahasiswa tersebut meletakan diatas meja kerjanya. Mahasiswa tersebut begitu risih karena diatas meja kerja Prof. banyak sekali kertas dan buku yang berserakan, bisa jadi pekerjaan rumah tersebut akan hilang terselip diantara kertas dan buku.

Satu setengah bulan berlalu, pada pagi hari yang cerah, sang mahasiswa ini terbangun dari tidurnya karena dikejutkan oleh suara kedoran pintu. Ternyata yang datang adalah Prof. Neyman. Dengan wajah penuh semnagat dia berkata “Saya akan mempubikasikan karyamu dalam pertemuan ilmiah Matematikawan Dunia” sambil terkejut mahasiswa itu bertanya “Ada apakah gerangan Prof?” Prof. menjawab “Tahukah kamu bahwa 2 soal yang kamu selesaikan itu adalah 2 soal statistika yang terkenal sulit dan belum pernah terpecahkan oleh seluruh matematikawan di dunia selama puluhan tahun” 

Ternyata mahasiswa ini berhasil memecahkan dua soal statistika tersulit di dunia karena salah menyakanya  sebagai soal untuk pekerjaan rumah, padahal prof menuliskannya di papan tulis hanya sebagai 'oleh-oleh' untuk mahasiswanya. Dan tahukah anda bahwa, mahasiswa ini akhirnya menjadi matematikawan terkemuka dunia, ia bernama George Dantzig (8 November 1914 -  13 Mei 2005) 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Moral of the story

Banyak matematikawan tidak bisa menyelesaikan kedua soal statistik tersebut karena sudah dibebani oleh "2 soal statistika yang terkenal sulit dan belum pernah terpecahkan oleh seluruh matematikawan di dunia selama puluhan tahun" sehingga mreka sudah menganggapnya berat sebelum berjuang. Ditambah dengan rasa rendah diri dibandingkan "matematikawan dunia" yang sudah puluhan berusaha memecahkannya. Akibatnya, soal tersebut menjadi legenda bertahun-tahun sebagai soal yang tidak terpecahkan.

Bagaimana mungkin seorang mahasiswa, yang jauh kapasitasnya dibandingkan para matematikawan kelas dunia, bisa menyelesaikan soal legendaris tersebut hanya dalam beberapa hari?

Yang pertama karena mahasiswa tersebut ga tau tentang "2 soal statistika yang terkenal sulit dan belum pernah terpecahkan oleh seluruh matematikawan di dunia selama puluhan tahun" sehingga dia tidak mengenal beban  tersebut.

Kedua, dia terpacu menyelesaikan karena rasa 'bersalah' akibat terlambat mengikuti kuliah, dan berharap tugas ini bisa memperbaiki reputasinya di mata prof.


Jadi, pernahkah kita mendengar komentar, "kamu ga akan bisa"... ??
Bahkan biasanya yang lebih lengkapnya, "Kamu ga akan bisa, wong sy aja ga bisa".. ??
Hal tersebut menciptakan batasan mental yang menghalangi kita mengeluarkan kemampuan secara optimal.
Padahal yang diperlukan ga perlu banyak mikir, maju perut pantat mundur ajaa... ^_^
(by: prie tea go blog, dari berbagai sumber)

05 Desember 2011

Masa Depan Selalu Gelap, Karena itu Berbaik Sangkalah

Di masa ‘Abbasiyah akhir, negeri negeri Muslim tersekat oleh berbagai kesultanan yang berkuasa sendiri – sendiri. Yang duduk bertahta di Baghdad dan mereka sebut “Amirul Mukminin” memang masih ada. Tetapi dia tidak lebih dari pemuda manja yang diperlakukan bagai boneka oleh para sultan yang berebut pengaruh.

Kisah ini adalah sebuah sejarah kecil pada era itu. Ini kisah seorang ayah dan anak. Sang ayah bekas budak. Selama menjadi budak, libur Jum’at sebagaimana ditetapkan kesultanan dimanfaatkannya untuk habis – habisan bekerja. Dengan dirham demi dirham yang terkumpul, satu hari dia minta izin untuk menebus dirinya pada sang majikan.
“Tuan,” ujarnya, “Apakah dengan membayar harga senilai dengan berapa engkau membeliku dulu, aku akan bebas?”
“Hmm… ya, bisa.”
“Baik, ini dia,” katanya sambil meletakkan bungkusan uang itu di hadapan tuannya. “Allah ‘Azza wa Jalla telah membeliku dari Anda, lalu Dia membebaskanku. Alhamdulillah.”
“Maka engkau bebas karena Allah,” ujar sang tuan tertakjub. Dia bangkit dari duduknya dan memeluk sang budak. Dia hanya mengambil separuh harga yang tadi disebutkan. Separuh lagi diserahkannya kembali. “Gunakanlah ini,” katanya berpesan, “Untuk memuai kehidupan barumu sebagai orang yang merdeka. Aku berbahagia menjadi sebagian  Tangan Allah  yang membebaskanmu!”

Penuh syukur dan haru, tapi juga disergap khawatir, dia pamit. “Aku tidak tahu wahai tuanku yang baik,” ucapnya dengan mata berkaca – kaca, “ Apakah kebebasan ini rahmat ataukah musibah. Aku hanya berbaik sangka kepada Allah.”

Tahun demi tahun berlalu. Dia telah menikah. Tetapi sang istri meninggal ketika menyelesaikan tugasnya, menyempurnakan susuan sang putra hingga usia dua tahun. Maka dibesarkan putra semata wayangnya dengan penuh kasih. Dididiknya anak lelaki itu  untuk memahami agama dan menjalankan sunnah Nabi, juga untuk bersikap ksatria dan berjiwa merdeka.

“Anakku,” katanya di suatu pagi, “Ayahmu ini dulu seorang budak. Ayahmu ini separuh manusia di mata agama dan sesama. Tapi selalu kujaga kehormatan dan kesucianku, maka Allah memuliakanku dengan membebaskanku. Dan jadilah kita orang merdeka. Ketahuilah Nak, orang bebas yang paling merdeka adalah dia yang bisa memilih caranya untuk mati dan menghadap Illahi!”

“Ketahuilah,” lanjutnya, “Seorang yang syahid di jalan Allah itu hakikatnya tak pernah mati. Saat terbunuh, dia akan disambut oleh tujuh puluh bidadari. Ruhnya menanti kiamat dengan terbang kesana kemari dalam tubuh burung hijau di taman surge, dan diizinkan baginya member syafa’at bagi keluarganya. Mari kita rebut kehormatan itu, Nak, dengan berjihad lalu syahid di jalanNya!”

Sang anak mengangguk – angguk.
Sang ayah mengeluarkan sebuah kantung berpelisir emas. Dinar – dinar di dalamnya bergemerincing. “Mari mempersiapkan diri”, bisiknya. “Mari kita beli yang terbagus dengan harta ini untuk dipersembahkan dalam jihad di jalanNya. Mari kita belanjakan uang ini untuk mengantar kita pada kesyahidan dengan sebaik – baik tunggangan.”

Siangnya, mereka pulang dari pasar dengan menuntun seekor kuda perang berwarna hitam. Kuda itu gagah. Surainya mekar menjumbai. Tampangnya mengagumkan. Matanya berkilat. Giginya rapid an tajam. Kakinya mekar dan kukuh. Ringkiknya pasti membuat kuda musuh bergidik.
Semua tetangga datang untuk mengaguminya. Mereka menyentuhnya, mengelus surainya. “Kuda yang hebat!” kata mereka. Kami belum pernah melihat kuda seindah ini. Luar biasa! Mantap sekali! Berapa yang kalian habiskan untuk membeli kuda ini?”

Anak beranak itu tersenyum simpul. “Yah, itu simpanan yang dikumpulkan seumur hidup.”
Para tetangga ternganga mendengar jumlahnya. “Wah”, seru mereka, “Kalian masih waras atau sudah gila? Uang sebanyak itu dihabiskan untuk membeli kuda? Padahal rumah kalian reot nyaris roboh. Untuk makan besok pun belum tentu ada!” Kekaguman mereka di awal tadi berubah menjadi cemo’oh. “Tolol!” kata salah satu. “Tak tahu diri!” ujar yang lain. “Pandir!”

“Kami tak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah,” ujar mereka.

Para tetangga pulang. Ayah dan anak itu pun merawat kudanya dengan penuh cinta. Makanan si kuda dijamin kelengkapannya; rumput segar, jerami kering, biji – bijian, dedak, air segar, kadang bahkan ditambah madu. Si kuda dilatih keras, tapi tak dibiarkan lelah tanpa mendapat hadiah. Kini mereka tak hanya berdua, melainkan bertiga. Bersama – sama menanti panggilan Allah di medan jihad untuk menjemput takdir terindah.

Sepekan berlalu. Di sebuah pagi buta ketika si ayah melongok ke kandang, dia tak melihat apapun. Kosong. Palang pintunya patah. Beberapa jeruji kayu terkoyak remuk.
“Kuda itu hilang!”

Berduyun – duyun para tetangga datang untuk mengucapkan bela sungkawa. Mereka bersimpati pada cita tinggi kedua anak ayah itu. Tapi mereka juga menganggap keduanya kelewatan. “Ah, sayang sekali!” katan mereka, “Padahal itu kuda terindah yang pernah kami lihat. Kalian memang tidak beruntung. Kuda itu hanya hadir sejenak untuk memuaskan ambisi kalian, lalu Allah membebaskannya dan mengandaskan cita – cita kalian!”

Sang ayah tersenyum sambil mengelus kepala anaknya. “Kami tak tahu,” ucap keduanya serempak, “Ini rahmat atau musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah.”

Mereka pasrah. Mereka mencoba untuk menghitung – hitung uang dan mengira – ngira, kapan bisa membeli kuda lagi. “Nak”, sang ayah menatap mata putranya, “Dengan atau tanpa kuda, jika panggilan Allah datang, kita harus menyambutnya.” Si Anak mengangguk mantap. Mereka kembali bekerja tekun seakan tak terjadi apapun.

Tiga hari kemudian, saat subuh menjelang, kandang kuda mereka gaduh dan riuh. Suara ringkikan bersahut – sahutan. Terkejut dan jaga, ayah dan anak itu berlari ke kandang sambil membenahi pakaiannya. Di kandang itu mereka temukan kuda hitam yang gagah bersurai indah. Tak salah lagi, itu kuda mereka yang pergi tanpa pamit tiga hari yang lalu!

Tapi kuda itu tak sendiri. Ada belasan kuda lain bersamanya. Kuda – kuda liar! Itu pasti kawan – kawannya. Mereka datang dari stepa luas untuk bergabung di kandang si hitam. Mungkinkah kuda punya akal jernih? Mungkinkah si hitam yang merasa mendapatkan layanan terbaik di kandang seorang bekas budak mengajak kawan – kawannya bergabung? Atau tahukah mereka bahwa mendatangi kandang itu berarti bersiap bertaruh nyawa untuk kemuliaan agama Allah, kelak jika panggilanNya berkumandang? Atau memang itu yang mereka inginkan?

“Bertasbih kepada Allah, segala yang di langit dan di  bumi. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Q.S Ash Shaff [61]: 1)

Ketika hari terang, para tetangga datang dengan takjub. “Luar biasa!” kata mereka. “Kuda itu pergi untuk memanggil kawan – kawannya dan kini kembali membawa mereka menggabungkan diri!” Mereka semua mengucapkan selamat pada pemiliknya.

“Wah, kalian sekarang kaya raya! Kalian orang terkaya di kampung ini!” Tapi si pemilik hanya tersenyum.

“Kami tak tahu, ini rahmat atau musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah.”

Hari berikutnya dengan bahagia, sang putra mencoba menaiki salah seekor kuda itu. Sukacita dia memacunya ke segala penjuru. Satu saat, kuda liar itu terkejut ketika berpapasan dengan seekor lembu yang lepas dari kandang di persimpangan. Dia meronta keras, dan sang penunggang terbanting. Kakinya patah. Dia meringis kesakitan.

Para tetangga datang menjenguk. Mereka menatap anak itu dengan pandangan penuh iba. “Kami turut prihatin,” kata mereka. “Ternyata kuda itu tidak membawa berkah. Mereka dating membawa musibah. Alangkah lebih beruntung yang tak memiliki kuda, namun anaknya sehat sentausa!”
Tuan rumah tersenyum lagi. “Kami tak tahu, ini rahmat atau musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah.”

Hari berikutnya, hulubalang raja berkeliling negeri. Dia mengumumkan pengerahan pasukan untuk menghadapi tentara musuh yang telah menyerang perbatasan. Semua pemuda yang sehat jasmani dan rohani wajib bergabung untuk mempertahankan negeri. Sayang, perang ini sulit dikatakan sebagai jihad di jalan Allah karena musuh yang hendak dihadapi adalah sesama Muslim. Mereka hanya berbeda kesultanan.

“Nak,” bisik sang aah ke telinga sang putra yang terbaring tak berdaya, “Semoga Allah menjaga ita dari menumpahkan darah sesama Muslim. Allah Maha Tahu, kita ingin berjihad di jalanNya. Kita sama sekali tak hendak beradu senjata dengan orang – orang beriman. Semoga Allah membebaskan diri kita dari beban itu!” Mereka berpelukan.

Petugas pendaftaran mendatangi tiap rumah dan membawa para pemuda yang memenuhi syarat. Saat memasuki rumah sang ayah dan anak pemilik kuda, mereka mendapati putranya terbaring di tempat tidur dengan kaki terbebat, disangga kayu dan dibalut kain.

“Ada apa dengannya?”
“Tuan prajurit,” kata sang ayah, “Anak saya ini begitu ingin membela negeri dan dia telah berlatih untuk itu. Tetapi kemarin dia jatuh dari kuda ketika sedang mencoba menjinakkan kuda liar kami. Kakinya patah.”
“Ah, sayang sekali!” kata sang Hulubalang. “Padahal kulihat dia begitu gagah. Dia pasti akan menjadi seorang prajurit tangguh. Tapi baiklah. Dia tak memenuhi syarat. Maafkan aku, aku tak bisa mengikutsertakannya!”

Dan hari itu, para tetangga yang ditinggal pergi putra – putranya menjadi prajurit mendatangi si pemilik kuda. “Ah, nasib!” kata mereka. “Kami kehilangan anak – anak lelaki kami, tumpuan harapan keluarga. Kami melepas mereka tanpa tahu apakah mereka akan kembali atau tidak. Sementara putramu tetap bisa di rumah karena patah kakinya. Kalian begitu beruntung! Allah menyayangi kalian!”

Tuan rumah ikut bersedih melihat mendung di wajah – wajah itu. Kali ini ayah dan anak itu tersenyum. Tapi ucapan mereka kembali bergema, “Kami tak tahu, ini rahmat atau musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah.”

Sebulan kemudian, kota itu dipenuhi ratapan para ibu dan isak tangis para istri. Sementara para lelaki hanya termangu dan tergugu. Kabarnya telah jelas. Semua pemuda yang diberangkatkan perang tewas di medan tempur. Tapi agaknya para warga telah belajar banyak dari ayah beranak pemilik kuda. Seluruh penduduk kota kini menggumamkan kalimat indah itu. “Kami tak tahu ini rahmat atau musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah.”

Singkat kisah, tak berapa lama kemudian panggilan jihad yang sebenarnya bergema. Pasukan Mongol dipimpin Hulagu Khan menyerbu wilayah Islam dan membumihanguskannya hingga rata dengan tanah. Orang – orang tak berperikemanusiaan itu mengalir bagai air bah meluluhlantakkan peradaban. Ayah dan anak itu pun menyongsong janjinya. Mereka bergegas menyambut panggilan denga kalimat agungnya, “Kami tak tahu ini rahmata atau musibah. Kami hanya berprasangaka baik kepada Allah!”

Mereka memang menemui syahid. Tapi sebelum itu, ada selaksa nikmat yang Allah karuniakan kepada mereka untuk dirasai. Sang anak pernah tertangkap pasukan Mongol dan dijual sebagai budak. Dia berpindah – pindah tangan hingga kepemilikannya jatuh pada Al Kamil, seorang sultan Ayyubiyah di Kairo. Ketika pemerintahan Mamluk menggantikan wangsa Ayyubiyah di Mesir, karienya menanjak cepat dari komandan kecil menjadi panglima pasukan, lalu Amir wilayah. Terakhir setelah wafatnya Az Zahir Ruknuddin Baibars, dia diangkat menjadi Sultan. Namanya Al Manshur Saifuddin Qalawun.

Inilah sekelumit kisah tentangnya. Qalawun yang berani berprasangka baik dalam segala keterhijaban. Qalawun yang berani berkata, “Kami tak tahu ini rahmat atau musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah!” Seperti kisahnya, dalam dekapan ukhuwah, ada berjuta kebaikan mengiringi prasangka baik padaNya. Dia setia bersama kita dan melimpahkan kebaikan, karena kita mengingatNya juga dengan sangkaan kebaikan.

Disadur dari buku "Dalam Dekapan Ukhuwah", Salim A. Fillah, Pro-U-Media.
Baca kisah-kisah menakjubkan lainnya di bukunya langsung ya.. ^_^ 

Catatan tambahan:
Qawalun adalah salah satu anglima perang Sultan Baibars ketika mematahkan serbuan bangsa Mongol ke Palestina dalam peperangan Ain Jalut pada tanggal 3 September 1260. Kemenangan ini merupakan “balasan” terhadap bangsa Mongol yang sebelumnya menghancurkan Baghdad sebagai pusat kilafah Islam.

Perang ini merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam dan merupakan kemenangan pertama yang berhasil dicapai oleh kaum muslimin terhadap orang-orang Mongolia. Mereka berhasil menghancurkan mitos yang mengatakan bahwa tentara Mongol tidak pernah terkalahkan. Setelah kemenangan ini, nilai tambah terhadap Dinasti Mamluk adalah bersatunya kembali Mesir dan Syam di bawah naungan Sultan Mamluk setelah mengalami perpecahan pada masa sultan-sultan keturunan Salahuddin Al-Ayyubi. (Prie Tea Go Blog)

13 Oktober 2011

Hukuman Langit

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah Rasulullah saw bersabda :

"Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah swt dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya.

Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka.

Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi dan kedurjanaan penguasa.

Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat melainkan mereka akam mengalami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan.

Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji) melainkan akan Allah swt utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yang mereka miliki.

Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an) melainkan akan Allah swt jadikan permusuhan antar mereka."

11 April 2011

Road To Success: Membangun Bisnis & Menjadi "Kaya"


Muda Kaya Raya
Tua Foya-foya
Mati Masuk Surga
*by: Joger

Banyak orang bekerja mambanting tulang untuk mejadi kaya secara finansial belaka, akibatnya terjadi 'kemiskinan' pada sisi yang lain. Seperti kekurangan waktu untuk diri sendiri dan keluarga, miskin secara spiritual, kurang peka terhadap kondisi sosial, kehilangan sahabat, dan kepribadiannya tidak mengalami perkembangan yang berarti.

Road To Success: Membangun Bisnis dan Menjadi "Kaya"





Cara paling tepat mencapai apa yang Anda inginkan adalah

dengan mencari pembimbing yang sudah lebih dahulu

mencapai apa yang Anda inginkan


Pernahkah Anda merasa kehilangan gairah dan merasa apa yang dikerjakan begitu monoton?

Tahukah Anda bahwa itu dikarenakan Anda tidak memiliki Tujuan Hidup yang jelas dan secara rutin selalu diperbaharui?


Banyak orang tumbuh besar di lingkungan yang tidak mengajarkan bagaimana membuat dan memperjuangkan Tujuan Hidup Pribadi dan Keluarga, akibatnya kehidupannya hanya mengalir mengikuti aturan yang ada. Hal ini seperti penumpang taksi yang tidak memiliki tempat tujuan, argo terus berputar tetapi tidak ada capaian yang berarti.


Ada lagi sebagian orang yang memiliki Tujuan Hidup, tetapi tidak tahu bagaimana mencapainya. Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, akhirnya menyerah dan hidup mengikuti aliran saja. Saat teman-temannya menggapai cita-citanya, dia hanya dapat menonton dan berkata, "Memang, setiap orang punya nasibnya masing-masing..."


Ada lagi orang yang setiap hari sibuk bekerja, tanpa memiliki waktu yang cukup untuk diri sendiri dan keluarganya. Persoalan finansial dan kehidupannya sudah sangat menyita waktu, tenaga dan pikirannya, sehingga hidupnya tidak pernah dapat dinikmati. Jangankan untuk beristirahat sejenak mengevaluasi kehidupannya, untuk sekedar bersosialisasi dengan tetangga pun sudah tidak memungkinkan. Kehidupannya lebih banyak dihabiskan di kantornya daripada di rumahnya bersama keluarga.


Lain lagi dengan orang yang sekilas terlihat memiliki segalanya, rumah yang mewah, mobil keluaran terbaru, harta yang berlimpah, membiayai anak sekolah ke luar negeri, kedudukan yang tinggi dan dihormati di kantornya, dan posisinya yang disegani di lingkungannya. Tetapi hatinya jauh dari Sang Pencipta, sehingga hidupnya selalu was-was, takut kehilangan hartanya, takut dikhianati anak buahnya, bahkan untuk parkir pun takut mobilnya tergores. Orang yang memiliki segalanya tetapi terlewatkan untuk memiliki ketenangan hidup.


Mungkinkah untuk memiliki semua itu?

Memiliki finansial yang cukup untuk mendukung tercapainya cita-cita,

Memiliki sahabat dan lingkungan positif yang saling mendukung dan menguatkan,

Memiliki karya sosial yang membantu banyak orang,

Memiliki perkembangan kepribadian yang semakin lama semakin disukai orang,

Memiliki waktu untuk menjadi orang tua yang dibanggakan anaknya,

Memiliki banyak solusi untuk membantu finansial kerabat dan teman,

Memiliki ketenangan hidup karena kedekatan dengan Sang Pencipta



Billionaires, adalah komunitas bisnis bagi mereka yang bercita-cita meningkatkan kualitas hidupnya, memberi karya dan membantu sebanyak-banyaknya orang.

Didukung oleh 2 Group Perusahaan besar di Indonesia yang memiliki bidang usaha di berbagai sektor, sehingga Billionaires berkembang menjadi komunitas bisnis yang membantu orang memperbaiki finansilanya, meningkatkan kesehatan dan vitalitas, membangun koneksi bisnis, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan akan pengelolaan kekayaan, mengoptimalkan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan spiritual dan mental, serta menyediakan fasilitas-fasilitas pengembangan diri.


Sebagai pelopor Learning Revolution yang menggabungkan Entertainment dan Education dalam setiap acaranya, sejak berdiri tahun 1997 Billionaires sudah berhasil mengantarkan orang-orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda untuk mencapai kesuksesan yang mereka cita-citakan.


Tahun 2011 ini, Billionaires mengadakan gathering bagi leader-leadernya di kota Bandung dan Jakarta. Lebih dari 180 orang dengan latar belakang serta profesi yang berbeda-beda, serta saat ini menjadi penggerak di daerahnya masing-masing di penjuru Indonesia, berkumpul untuk berbagi kiat-kiat suksesnya.


Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk membuka mata dan pikiran Anda, bahwa Apa yang Anda Cita-citakan berpeluang untuk tercapai

Sabtu 21 Mei 2011
pk 10.00 - 18.00 WIB
Ballroom
Hotel Grand Royal Panghegar
Jl Merdeka no 2 Bandung

Tiket: Rp 150.000,- termasuk makan siang

Potongan Harga bagi yang melunasi sebelum tgl 7 Mei 2011

28 Mei 2007

Perubahan

when you change your thinking you change your beliefs
when you change your beliefs you change your expectations
when you change your expectations you change your attitude
when you change your attitude you change your behaviour
when you change your behaviour you change your performance
when you change your performance you change your destiny
when you change your destiny you change your life

Ga akan banyak omong ah soal yang ini, soalnya dah pernah sy tulis di artikel When you change. Kasian blogger kalo ngabisin space padahal isinya sama ajah


Ada sesuatu di dunia ini,
yang sebagian orang sangat mengharapkannya,
sebagian lain justru tidak mengharapkannya,
tetapi semua orang akan mendapatkannya
sesuatu itu adalah 'perubahan'

Lalu? Bagaimana cara mendapatkannya untuk orang yg mengharapkannya?
Bagaimana cara menghindarinya untuk yang tidak mengharapkannya?
Bagaimana cara menyikapinya untuk semua orang yg mengalaminya?

Anda pasti sudah tau jawabannya.... menarik ya? Jawabannya ada pada sesuatu itu sendiri.
Tepat sekali! Caranya dengan merubah diri sehingga bisa menyesuaikan kondisi apapun yang dihadapi . . . Jawabannya adalah 'PERUBAHAN' . . .

Lalu perubahan apa yg diperlukan?
Lhooo masih nanyaaaa . . . kan di puisinya tercantum jelas... Change ur thinking....
Think! not Blink!... Lhaa itu mah judul buku... hahaha

24 Maret 2007

Time is money

Pernahkah kita berpikir, mengapa ada istilah ‘time is money’? Bukankah waktu adalah waktu dan uang adalah uang? Bukankah uang dan waktu adalah 2 hal yang berbeda? Mengapa dibilang time is money?

Ada teman-teman saya yang berpendapat bahwa istilah itu terjadi karena orang-orang bisnis sangat mementingkan ketepatan waktu dalam membuat janji, karena terlewat 1 janji berarti kehilangan proyek, dan proyek sama dengan uang. Jadi, time is money.

Ada lagi yang berpendapat bahwa istilah itu terjadi karena banyak profesional yang bekerja berdasarkan komisi perjam (man hour), sehingga semakin banyak waktu terpakai semakin banyak uang yang harus dibayarkan. Jadi, time is money.

Ada lagi orang-orang sering pakai taksi, mereka merasakan dengan jelas istilah ini karena semakin lama menggunakan taksi semakin mahal bayar argonya. Jadi, time is money juga ya.

Tetapi kalau saya pendapatnya lain lagi. Pernah sy berpikir, bahwa uang di sini belom tentu berarti dollar, rupiah, euro, ringgit dsb. Semua itu hanyalah beberapa nama dari uang. Uang sendiri sesungguhnya adalah alat penukar yang sah. Alat penukar apa? Alat penukar sumber daya (resources).

Sebelum ada uang, orang menggunakan sistem barter. Sistem barter ini banyak kesulitannya. Misalkan ada orang punya beras dan perlu ikan, dia akan menawakan berasnya untuk ditukar dengan ikan kepada nelayan. Tetapi belum tentu nelayan ini memerlukan beras, selain itu berapa beras yang layak dipertukarkan untuk 1 ikan tongkol? 1 kilogram kah? 2 cangkir beras kah? Atau berapa? Sulit ya.

Untuk itu diperlukan suatu alat tukar standar, misalkan emas. Kenapa emas? Karena emas merupakan salah satu barang yang dianggap berharga sehingga hampir semua orang menginginkannya, dan selain itu emas tahan lama, tidak mudah rusak. Dengan adanya penukar standar, kita tinggal menghargakan barang yang kita miliki dengan emas. Kalau angkanya cocok, transaksi bisa berjalan.

Tetapi makin lama emas sebagai alat penukar terasa merepotkan. Masa mo beli rumah harus bawa emas 10 kilo? Itu harus bayar orang untuk ngangkutnya dong, 10 kilo kan beeeraaat. Akhirnya, emasnya disimpan di suatu badan pengelola, dan dikeluarkan sertifikat kepemilikan emas. Seperti cek lah. Kalau ga salah, Kekaisaran Cina adalah salah satu negara yg sudah menggunakan cara ini sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Selembar giro bisa bernilai 1000 tael emas.

Akhirnya, untuk membuat sertifikat ini berlaku di tempat yang lebih luas, maka dikeluarkanlah sebentuk sertifikat lagi oleh lembaga yang lebih besar, yaitu pemerintah negara. Emas ini diganti dengan logam atau kertas yang bernilai sejumlah emas, dan jumlah emas ini dijamin oleh pemerintah. Biasanya logam ini lebih murah dari emas. Sehingga dikenallah yg namanya dolar, poundsterling, franc, mark, peso, rupiah, dsb.

Contoh penggunaan uang di atas untuk mengukur nilai barang, tetapi sesungguhnya uang sering juga digunakan untuk menukar sumber daya yang lain, misalnya tenaga, pemikiran, keahlian, dsb. Tenaga kasar mungkin lebih kecil nilainya daripada tenaga + keahlian. Contohnya untuk waktu kerja yg sama, tenaga memotong rumput pasti berbeda harganya dengan tenaga mengecat rumah. Dan harganya pasti akan lebih tinggi lagi kalau yang ditukar bukan hanya tenaga dan keahlian, melainkan juga pemikiran.

Kalau boleh kita urutkan lagi, barang-barang yang dianggap sebagai sumber daya itu, sesungguhnya bisa didapat asalkan orang memiliki tenaga, waktu, keahlian, dan pemikiran. Misalkan beras, asalkan punya waktu 4 bulan, mau meluangkan tenaga, punya keahlian untuk menanam dan merawat, memilik strategi penanaman yang tepat, pasti setiap orang dapat memiliki beras. Tetapi yang jadi masalah, tidak semua orang memiliki semuanya itu. Dan kalau dipikir-pikir, daripada menanam dan merawat sendiri selama 4 bulan, sy lebih memilih beli beras 5000 sekilo di pasar.

Kalau mau lebih ke hulu lagi, sesungguhnya pemikiran dan keahlian bisa kita dapatkan asalkan mau meluangkan waktu dan tenaga untuk menguasainya. Berarti sumber daya sesungguhnya yg kita miliki adalah waktu dan tenaga. Dari pemanfaatkan waktu dan tenaga itulah kita memiliki sumber daya – sumber daya lainnya.

Berarti pada awalnya manusia hanya dibekali 2 modal, yaitu diri sendiri dan waktu. Waktu setiap orang pasti sama, 24 jam sehari, tidak lebih tidak kurang. Sedangkan diri sendiri selalu berubah setiap waktu. Seperti contohnya tenaga, ada yg menguat ada yg melemah, kecerdasan pun ada yg meningkat ada yg menurun. Tergantung bagaimana kita memperlakukan tubuh kita selama waktu berjalan, apakah dilatih atau dibiarkan, dimanfaatkan atau disia-siakan.

Sesungguhnya kalau kita perhatikan apapun yang berhasil dicapai seseorang adalah hasil dari penggunaan waktunya, Yang penggunaan waktunya bijak akan mendapatkan hasil lebih banyak daripada yang sembrono. Sehingga dapat dikatakan waktu adalah sumber daya yang dipertukarkan untuk suatu capaian atau hasil.

Orang bijak mengatakan bahwa segala sesuatu ada harganya, dan apapun yang kita inginkan di dunia ini harus dibayar oleh mata uang yang bernama waktu. Oleh karena itu bukan ’time is money’ tetapi ’time is the money’.

23 Maret 2007

Children Learn What They Live

Anak Belajar dari Lingkungannya
Dorothy Law Nolte, Ph.D.

Jika anak hidup dengan kritik, mereka belajar untuk mengutuk.
Jika anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan.
Jika anak hidup dengan ketakutan, mereka belajar untuk tercekam kekhawatiran.
Jika anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihani diri sendiri.
Jika anak hidup dengan ejekan, mereka belajar untuk merasa malu.
Jika anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri.
Jika anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah.
Jika anak hidup dengan dorongan, mereka belajar percaya diri.
Jika anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran.
Jika anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi.
Jika anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk mencintai.
Jika anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar untuk menyukai diri sendiri.
Jika anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar memiliki tujuan itu bagus.
Jika anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kedermawanan.
Jika anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar kebenaran.
Jika anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan.
Jika anak hidup dengan kebaikan dan pertimbangan, mereka belajar menghargai.
Jika anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki percaya diri.
Jika anak hidup dengan persahabatan, mereka belajar dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup.

Hak Cipta © 1972 oleh Dorothy Law Nolte


Children Learn What They Live
By Dorothy Law Nolte, Ph.D.


If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.

Copyright © 1972 by Dorothy Law Nolte

12 Maret 2007

when u change.....

when you change your thinking you change your beliefs
when you change your beliefs you change your expectations
when you change your expectations you change your attitude
when you change your attitude you change your behaviour
when you change your behaviour you change your performance
when you change your performance you change your destiny
when you change your destiny you change your life


Ada kalanya orang terpikir untuk memperbaiki hidupnya. Mungkin karena ulang tahun dan merenung "Sudah hidup sekian tahun tapi yg sy capai rasanya belum banyak". Atau bertemu teman lama dan menyadari perbedaan capaian dalam jangka waktu yg sama. Atau tergerak melihat kondisi keluarganya yg jauh dari cukup. Bisa juga melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yg kemudian mengingatkan pada keinginan-keinginan lama yg terpaksa dikubur karena keterbatasan.

Kalau kita renungkan, hidup kita saat ini adalah karena performa kita di masa lampau, sehingga orang lain menempatkan kita di posisi saat ini. Misalkan, karena performa yg bagus, saat ini sy ditempatkan sebagai supervisor produksi, hidup sy pun disesuaikan dgn posisi sy. Atau bisa juga
sy ditempatkan sebagai office boy, sehingga kehidupan sy pun berada pada taraf yg bisa dibiayai oleh pendapatan office boy.

Berarti kalau saat ini kita ingin mengubah kondisi hidup, target kita adalah mengubah posisi kita di lingkungan kita. Karena posisi kita saat ini ditentukan oleh apa yg kita lakukan di masa lampau, maka kita harus mengubah performa kita saat ini, sehingga di masa depan kita tidak berada di posisi yg sama.

Performa kita tidak mungkin tiba-tiba berubah menjadi lebih baik dalam semalam. Diperlukan peningkatan intensif dan bertahap untuk bisa memperbaiki performa. Oleh karena itu untuk memperbaiki performa diperlukan pembentukan kebiasaan baru. Misalkan, untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris, kita mengikuti kursus bhs Inggris secara intensif, sehingga terbentuk kebiasaan bercakap-cakap dalam bhs Inggris.

Akan tetapi, kebiasaan baru ini hanya bisa bertahan apabila kita mengembangkan sikap baru untuk melaksanakannya. Sikap baru ini tidak bisa terbentuk apabila ekspektasi kita tidak berubah. Sedangkan perubahan ekspektasi hanya bisa terjadi apabila kita merubah keyakinan kita. Dan keyakinan bisa berubah hanya jika kita merubah pola pikir kita.

Oleh sebab itu, perubahan apapun dimulai dari peruahan pola pikir. Ada orang yg membentuk
pola pikirnya dari bacaan-bacaan yg dia serap. Ada lagi yg membentuk pola pikirnya dari pengamatan peristiwa-peristiwa sekelilingnya. Bisa juga terbentuk dari opini-opini orang-orang di sekelilingnya. Yang pasti, apapun caranya, pastikan untuk menggunakan cara paling sesuai bagi kita masing-masing untuk mengadakan perubahan pola pikir.


"kadang diperlukan 1 ton pendidikan untuk mengubah 1 ons persepsi"

Kip de spirit haih....