12 Agustus 2011

Gadai Emas


Gadai emas merupakan cara yg paling 'enak' untuk mencairkan emas kita. Maksudnya 'enak' adalah uangnya bisa didapet tapi emasnya bisa kita miliki kembali. Kalo emasnya LM sih mungkin ga ada bedanya kalo dijual trus beli lagi dengan gram yang sama. Tapi kalo emasnya berupa perhiasan yg kita senang dengan motifnya gimana? Jual sekarang belum tentu dapet lagi yg motifnya sama.

Ada 5 hal yg membedakan satu tempat gadai dengan tempat gadai lainnya. Sebaiknya kita mencermati kelimanya tersebut karena akan membedakan strategi kita nantinya
  1. Nilai taksiran
  2. Pinjaman maksimum
  3. Biaya titip
  4. Biaya administrasi
  5. Kemudahan-kemudahan


Nilai taksiran

Nilai taksiran ditentukan dari berat emas dan harga acuan LM
Permasalahannya setiap tempat gadai punya harga acuan LM masing2
misalkan saja di satu tempat acuan harga LMnya 350rb pergram, di tempat lain pada hari yg sama bisa 348rb pergram
Ini nantinya akan membedakan barang kita dinilai brapa oleh tempat gadai

Pinjaman maksimum

Pinjaman maksimum berupa persentase dari nilai taksiran emasnya
Persentase ini berbeda antara tempat gadai yang satu dengan tempat gadai yg lain, ada tempat gadai yang berani memberi pinjaman LM sampe 93%, tapi ada yang hanya 90%, sedangkan untuk perhiasan lebih bervariasi, rata2 83%
Ini nantinya membedakan berapa dana yang bisa dicairkan dari emas kita
Apakah boleh kita mencairkan dananya ga semuanya? Boleh-boleh saja.



Biaya titip

Biaya titip merupakan pembayaran bagi tempat gadai, dan nilainya berbeda-beda antara tempat gadai yg satu dengan tempat gadai yg lain
Ada 2 komponen yang harus dicermati dari biaya titip ini
  • Besarnya
  • Jangka waktunya
  • Kapan harus bayar
Besarnya biaya titip juga bervariasi cara perhitungannya, secara umum ada 2 cara pehitungan
  • Berdasarkan dana yang dipinjam
  • Berdasarkan barang yang dititipkan
Kalau berdasarkan dana yang dipinjam, berarti jumlah pinjaman yang berbeda membuat kita membayar biaya titip dengan nilai yang bebeda juga. Biasanya berupa sekian % dari pinjaman.


Kalau berdasarkan barang yang dititipkan, brarti mau pinjam dana berapapun selama barangnya sama akan memberikan biaya titip yang sama juga. Biasanya berupa rupiah pergram

Sedangkan untuk jangka waktunya, bermacam-macam juga. Misalkan aja antara pegadaian dengan pegadaian syariah, di pegadaian jangka waktunya per 15 hari, tapi pegadai syariah per 10 hari. Tetapi kalo dihitung secara bulanan, sama nilainya. Jadi kalo di pegadaian biaya titip bulanannya dibagi 2, kalo di pegadaian syariah biaya titip bulanannya dibagi 3. (cat: ada tempat lain yang hitungannya perbulan)

Jadi kalo kita pinjem selama 12 hari akan beda hitungannya antara pegadaian dengan pegadaian syariah. Kalo di pegadaian kita cuma bayar 1 kali biaya titip, sedangkan kalo di pegadaian syariah kita bayar 2 kali biaya titip. Akibatnya kita bayar lebih mahal di pegadaian syariah.
Tetapi kalo pinjemnya ga sampe 10 hari, maka pinjem di pegadaian syariah akan lebih murah daripada di pegadaian.
Gampangnya, anggaplah sperti pulsa telp yang hitungannya perdetik vs permenit ....


Kapan bayarnya pun berbeda-beda. Ada yang bayar biaya titipnya nanti di akhir masa pinjaman, ada yang bayarnya di depan alias nilai pinjamannya dipotong biaya titip dulu.

Variasi biaya titip ini akan membuat berapa lama dan berapa besar dana yang kita pinjam menentukan berapa besar yang harus kita bayar.

Biaya administrasi

Biaya administrasi pun berbeda2 cara itungnya, ada 2 cara perhitungannya
  • Flat
  • Berdasarkan nilai pinjaman
Kalau Flat berarti biaya administrasinya sama walau berapapun dana yang dipinjam.
Sedangkan kalau berdasarkan nilai pinjaman berarti kalau dananya lebih kecil, atau sudah ditebus sebagaian maka bayarnya pun lebih sedikit. Ada 2 cara pehitungannya:
  • Berupa persentase dari pinjaman
  • Berdasarkan range pinjaman
Kalau berdasarkan range pinjaman maka ada plafon-plafon pinjaman, pinjaman sampai dengan sekian Rp maka biaya administrasinya sekian, sampai dengan sekian juta berbeda lagi nilainya.

Sedangkan setelah dicicil, biaya administrasi ini juga bervariasi. Ada yang tetap, ada yang berkurang.

Seperti halnya biaya titip, variasi biaya administrasi juga mengakibatkan biaya yang harus kita tanggung berbeda-beda.


Kemudahan-kemudahan

Ada tempat gadai yang harus buka rekening dulu di bank tersebut ada juga yang tidak. Kalau harus buka rekening jadinya lama urus administrasi pertamanya.
Ada juga yang dananya harus masuk dulu ke rekeningnya baru di debet ada yang langsung diambil. Ada yang pembayaran ato perpanjangannya harus lewat rekening ada juga yang bisa langsung setor

11 April 2011

Road To Success: Membangun Bisnis & Menjadi "Kaya"


Muda Kaya Raya
Tua Foya-foya
Mati Masuk Surga
*by: Joger

Banyak orang bekerja mambanting tulang untuk mejadi kaya secara finansial belaka, akibatnya terjadi 'kemiskinan' pada sisi yang lain. Seperti kekurangan waktu untuk diri sendiri dan keluarga, miskin secara spiritual, kurang peka terhadap kondisi sosial, kehilangan sahabat, dan kepribadiannya tidak mengalami perkembangan yang berarti.

Road To Success: Membangun Bisnis dan Menjadi "Kaya"





Cara paling tepat mencapai apa yang Anda inginkan adalah

dengan mencari pembimbing yang sudah lebih dahulu

mencapai apa yang Anda inginkan


Pernahkah Anda merasa kehilangan gairah dan merasa apa yang dikerjakan begitu monoton?

Tahukah Anda bahwa itu dikarenakan Anda tidak memiliki Tujuan Hidup yang jelas dan secara rutin selalu diperbaharui?


Banyak orang tumbuh besar di lingkungan yang tidak mengajarkan bagaimana membuat dan memperjuangkan Tujuan Hidup Pribadi dan Keluarga, akibatnya kehidupannya hanya mengalir mengikuti aturan yang ada. Hal ini seperti penumpang taksi yang tidak memiliki tempat tujuan, argo terus berputar tetapi tidak ada capaian yang berarti.


Ada lagi sebagian orang yang memiliki Tujuan Hidup, tetapi tidak tahu bagaimana mencapainya. Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, akhirnya menyerah dan hidup mengikuti aliran saja. Saat teman-temannya menggapai cita-citanya, dia hanya dapat menonton dan berkata, "Memang, setiap orang punya nasibnya masing-masing..."


Ada lagi orang yang setiap hari sibuk bekerja, tanpa memiliki waktu yang cukup untuk diri sendiri dan keluarganya. Persoalan finansial dan kehidupannya sudah sangat menyita waktu, tenaga dan pikirannya, sehingga hidupnya tidak pernah dapat dinikmati. Jangankan untuk beristirahat sejenak mengevaluasi kehidupannya, untuk sekedar bersosialisasi dengan tetangga pun sudah tidak memungkinkan. Kehidupannya lebih banyak dihabiskan di kantornya daripada di rumahnya bersama keluarga.


Lain lagi dengan orang yang sekilas terlihat memiliki segalanya, rumah yang mewah, mobil keluaran terbaru, harta yang berlimpah, membiayai anak sekolah ke luar negeri, kedudukan yang tinggi dan dihormati di kantornya, dan posisinya yang disegani di lingkungannya. Tetapi hatinya jauh dari Sang Pencipta, sehingga hidupnya selalu was-was, takut kehilangan hartanya, takut dikhianati anak buahnya, bahkan untuk parkir pun takut mobilnya tergores. Orang yang memiliki segalanya tetapi terlewatkan untuk memiliki ketenangan hidup.


Mungkinkah untuk memiliki semua itu?

Memiliki finansial yang cukup untuk mendukung tercapainya cita-cita,

Memiliki sahabat dan lingkungan positif yang saling mendukung dan menguatkan,

Memiliki karya sosial yang membantu banyak orang,

Memiliki perkembangan kepribadian yang semakin lama semakin disukai orang,

Memiliki waktu untuk menjadi orang tua yang dibanggakan anaknya,

Memiliki banyak solusi untuk membantu finansial kerabat dan teman,

Memiliki ketenangan hidup karena kedekatan dengan Sang Pencipta



Billionaires, adalah komunitas bisnis bagi mereka yang bercita-cita meningkatkan kualitas hidupnya, memberi karya dan membantu sebanyak-banyaknya orang.

Didukung oleh 2 Group Perusahaan besar di Indonesia yang memiliki bidang usaha di berbagai sektor, sehingga Billionaires berkembang menjadi komunitas bisnis yang membantu orang memperbaiki finansilanya, meningkatkan kesehatan dan vitalitas, membangun koneksi bisnis, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan akan pengelolaan kekayaan, mengoptimalkan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan spiritual dan mental, serta menyediakan fasilitas-fasilitas pengembangan diri.


Sebagai pelopor Learning Revolution yang menggabungkan Entertainment dan Education dalam setiap acaranya, sejak berdiri tahun 1997 Billionaires sudah berhasil mengantarkan orang-orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda untuk mencapai kesuksesan yang mereka cita-citakan.


Tahun 2011 ini, Billionaires mengadakan gathering bagi leader-leadernya di kota Bandung dan Jakarta. Lebih dari 180 orang dengan latar belakang serta profesi yang berbeda-beda, serta saat ini menjadi penggerak di daerahnya masing-masing di penjuru Indonesia, berkumpul untuk berbagi kiat-kiat suksesnya.


Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk membuka mata dan pikiran Anda, bahwa Apa yang Anda Cita-citakan berpeluang untuk tercapai

Sabtu 21 Mei 2011
pk 10.00 - 18.00 WIB
Ballroom
Hotel Grand Royal Panghegar
Jl Merdeka no 2 Bandung

Tiket: Rp 150.000,- termasuk makan siang

Potongan Harga bagi yang melunasi sebelum tgl 7 Mei 2011

06 April 2011

Cara Kerja MLM (Multi Level Marketing)


Pertanyaan seputar MLM vs Money Game (MG) banyak dibahas di milis SSR-klub. Karena keterbatasan fasilitas milis yang tidak bisa menerima lampiran, gambar-gambar tentang cara MLM bekerja sy simpan di blog ini

Inilah bagaimana MLM bekerja:
  1. Dimulai dari perusahaan MLM yang memiliki produk yang bermanfaat untuk dipasarkan di Indonesia

  2. Perusahaan membuka peluang bagi orang-orang yang mau bekerja sama menjadi agen promosi

  3. Agen promosi yang disebut DISTRIBUTOR mempromosikan produk perusahaan sehingga mendapatkan konsumen

  4. Distributor memperbesar omsetnya dengan membuka peluang bagi orang-orang yang tertarik menjadi rekan kerjanya

  5. Distributor mengajarkan rekan kerjanya untuk mendapatkan konsumen

  6. Distributor mengajarkan rekan kerjanya untuk mendapatkan rekan kerja

  7. Distributor memastikan rekan kerjanya mengajarkan rekan-rekannya untuk mendapatkan konsumen

  8. Distributor mengajarkan konsumennya untuk menjadi distributor

Setelah itu temukan 1 orang rekan kerja lagi dan lakukan langkah 4 sampai 7, serta ajari konsumen Anda yang lain dan lakukan langkah 8. Lakukan langkah-langkah tersebuut berulang kali hingga Anda mendapatkan cukup banyak rekan kerja dan mendapatkan pendapatan sebesar yang Anda inginkan.


Kip D sPirit haiH

28 November 2010

Aubrey


And Aubrey was her name,
A not so very ordinary girl or name.
But who's to blame?
For a love that wouldn't bloom
For the hearts that never played in tune.
Like a lovely melody that everyone can sing,
Take away the words that rhyme it doesn't mean a thing.


And Aubrey was her name.
We triped the light and danced together to the moon,
But where was June.
No it never came around.
If it did it never made a sound,
Maybe I was absent or was listening to fast,
Catching all the words, but then the meaning going past,

But God I miss the girl,
And I'd go a thousand times around the world just to be

[ From: http://www.metrolyrics.com/aubrey-lyrics-bread.html ]

Closer to her than to me.

And Aubrey was her name,
I never knew her, but I loved her just the same,
I loved her name.
Wish that I had found the way
And the reasons that would make her stay.
I have learned to lead a life apart from all the rest.
If I can't have the one I want, I'll do without the best.

But how I miss the girl
And I'd go a million times around the world just to say
She had been mine for a day.

Aubrey - Bread

17 September 2010

There no such thing as darkness

"Mari saya jelaskan masalah antara ilmu pengetahuan dengan agama." Seorang profesor filsafat yang ateis berkata di depan kelas. Kemudian dia meminta salah seorang mahasiswa barunya untuk berdiri

"Kau beragama, bukan, Nak?"
"Ya, Sir."
"Jadi Anda percaya pada Tuhan?"
"Tentu saja."
"Apakah Tuhan baik?"
"Tentu saja Tuhan baik."
"Apakah Tuhan maha kuasa? Dapatkah Tuhan melakukan sesuatu??"
"Ya."
"Saudaraku meninggal karena kanker meskipun dia berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkannya. Kebanyakan dari kita akan berusaha untuk membantu orang lain yang sedang sakit. Tetapi TUHAN tidak. Bagaimana Tuhan ini bisa dianggap baik? Hmm?"
(Mahasiswa diam)


Dia mengambil seteguk air dari gelas di mejanya untuk memberikan waktu siswa untuk bersantai. Dalam filsafat, Anda harus santai untuk berkenalan dengan konsep yang baru.
"Mari kita mulai lagi, Nak."
"Apakah Tuhan baik?"
"Eh ... Ya."
"Apakah setan baik?"
"Tidak"
"Dari mana setan berasal?"
mahasiswa tergagap. "Dari ... Tuhan ..."
"Memang benar Tuhan menciptakan setan, Bukan?" Wajah orang tua itu berubah menjadi menyeringai. Kepada mahasiswa lainnya dia berkata, "Saya pikir kita akan memiliki banyak hal menyenangkan semester ini, ladies and gentlemen."

Dia kembali ke mahasiswa di depan kelas. "Katakan padaku, Nak. Apakah ada kejahatan di dunia ini?"
"Ya, Sir."
"Kejahatan di mana-mana, bukan? Apakah Tuhan menciptakan segala sesuatu?"
"Ya."
"Siapa yang menciptakan kejahatan?
[Tidak ada jawaban]


"Apakah ada penyakit di dunia ini? Immoral? Kebencian? keburukan? Dan semua hal mengerikan ???. Apakah semuanya ada di dunia ini?"
Mahasiswa menggeliat di kakinya. "Ya."
"Siapa yang menciptakan mereka?"
[Tidak ada jawaban]


"Tuhan menciptakan segala kejahatan, begitu bukan Nak?"
[Tidak ada jawaban]


Sang dosen berjalan mondar-mandir di depan kelas sambil melihat si mahasiswa seperti macan mengamati mangsanya. Kelas terdiam,
"Katakan padaku," ia melanjutkan, "Bagaimana bisa dikatakan bahwa Tuhan itu baik jika Dia menciptakan kejahatan sepanjang waktu?"

"Semua kebencian, kebrutalan, semua rasa sakit, seluruh penyiksaan, seluruh kematian dan keburukan dan segala penderitaan yang diciptakan oleh Tuhan yang baik untuk seluruh dunia, bukan begitu anak muda?"
[Tidak ada jawaban]


"Anda melihatnya kan di semua tempat? Hah?" Jeda.
"Begitu kan?" tanya sang profesor menatap wajah sang mahasiswa lagi dan berbisik, "Apakah Tuhan baik?"
[Tidak ada jawaban]


"Apakah kamu percaya pada Tuhan, Nak?"
Suara mahasiswa mengecewakannya. "Ya, profesor saya percaya.."
Orang tua itu menggeleng sedih. "Sains mengatakan bahwa kamu memiliki panca indra yang kamu gunakan untuk mengidentifikasi dan mengamati dunia di sekitar Anda. Apakah Anda melihat Dia?"
"Tidak, Sir. Saya tak pernah melihat-Nya."
"Beritahu kami jika Anda pernah mendengar Tuhan Anda?"
"Tidak, belum pernah.."
"Apakah Anda pernah merasakan Tuhan Anda, mencicipi atau membaui Tuhan Anda ... pada kenyataannya, apakah Anda memiliki persepsi indra apapun terhadap Tuhanmu?"
[Tidak ada jawaban]


"Jawab aku."
"Tidak, Sir, saya tidak pernah punya."
"Tapi kau masih percaya padanya?"
"... Ya ..."
"Itu hanya kepercayaanmu!" profesor tersenyum arif pada sang mahasiswa. "Menurut aturan empiris, protokol dapat diuji, dibuktikan, ilmu pengetahuan mengatakan Tuhanmu tidak ada. Apa yang Anda katakan itu, Nak? Dimanakah Tuhanmu sekarang?"
[Mahaiswa tidak bisa menjawab]

"Duduklah, silakan."

Mahasiswa tersebut duduk ... Merasa kalah.


Mahasiswa lain mengangkat tangannya. "Profesor, boleh saya bantu menjawab?"
profesor berbalik dan tersenyum. "Ah masih ada yang penasaran! Ayo, ayo, anak muda. Mari bicara kebijaksanaan yang tepat untuk pertemuan ini.."

Mahasiswa tersebut melihat ke sekeliling ruangan. "Anda membuat beberapa poin menarik, Sir Sekarang aku. Punya pertanyaan untuk Anda jika tidak keberatan. Apakah ada sesuatu seperti panas?"

"Ya," jawab profesor, mengerutkan kening. "Ada panas."

"Apakah ada sesuatu seperti dingin?"

"Ya, Nak, dingin juga ada."

"Tidak, Sir, tidak ada."
Seringai sang profesor menghilang.

Ruangan tiba-tiba menjadi terasa dingin. Mahasiswa kedua melanjutkan "Anda dapat memiliki banyak panas, bahkan lebih panas, super panas, mega-panas, panas putih, sedikit panas atau tidak panas, tetapi kita tidak memiliki sesuatu yang disebut 'dingin'.

Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol, yang tidak panas, tetapi kita tidak bisa melangkah lebih jauh setelah itu. Tidak ada hal seperti dingin, kalau tidak maka kita akan dapat mencapai lebih rendah dari -458. Anda lihat, sir, dingin hanyalah suatu kata yang kita gunakan untuk menggambarkan ketiadaan panas.

Kita tidak bisa mengukur dingin. Panas dapat kita ukur dalam satuan termal karena panas adalah energi. Dingin bukanlah kebalikan dari panas, prof, hanya ketiadaan itu "

[Hening...]

"Apakah ada sesuatu seperti kegelapan, Profesor?"

"Itu pertanyaan bodoh, nak Apakah malam jika tidak gelap?. Apa yang Anda dapatkan di ...?"

"Jadi, Anda mengatakan ada yang namanya kegelapan?"

"Ya ..."

"Anda salah lagi, Pak. Kegelapan bukanlah sesuatu, itu adalah tidak adanya sesuatu. Anda dapat memiliki cahaya redup, cahaya normal, cahaya terang, cahaya berkedip namun jika Anda tidak memiliki cahaya terus-menerus itu disebut kegelapan. Pada kenyataannya, kegelapan tidak ada.
Jika ada, Anda akan dapat membuat kegelapan lebih gelap, menaruhnya dalam tabung dan memberi saya tabung itu. Dapatkah anda ... memberi saya sebotol kegelapan lebih gelap, profesor? "

Profesor tersenyum, meskipun melihat kelancangan anak muda di depannya. Ini memang akan menjadi semester yang menarik."Apakah Anda keberatan mengatakan kepada kita apa maksud Anda, anak muda?"

"Ya, profesor. Maksud saya adalah, Anda memulai dengan premis filosofi yang cacat dan jadinya kesimpulan anda pun salah ...."

Profesor menjadi berang. "Cacat ...? Berani sekali Anda ...!""

"Sir, mungkin saya menjelaskan maksud saya?"
Kelas terdiam, semua telinga bersiaga.

"Jelaskan ... oh, jelaskan ..." profesor berupaya menenangkan diri

"Anda bekerja pada premis dualitas," jelas si mahasiswa, "bahwa misalnya ada kehidupan dan kemudian ada kematian, Tuhan yang baik dan Tuhan jahat Anda melihat konsep Tuhan sebagai sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat kita ukur. .

Pak, sains bahkan tidak bisa menjelaskan apa itu pikiran. Kita menggunakan listrik dan magnet untuk menangkap aktivitasnya tetapi tidak pernah terlihat, apalagi sepenuhnya dipahami. Untuk melihat kematian sebagai lawan dari kehidupan adalah tidak mungkin menjadi kenyataan karena kematian tidak dapat berdiri sendiri.

Kematian bukanlah lawan dari kehidupan, hanya ketiadaan dari kehidupan. "

Pemuda itu memegang sebuah surat kabar dari meja profesor. "Ini adalah salah satu tabloid paling menjijikkan yang Anda dapatkan, profesor. Apakah ada sesuatu seperti amoralitas?"

"Tentu saja ada, sekarang lihat ..."

"Sir, Anda Salah lagi,. Anda lihat, amoralitas hanyalah ketiadaan moralitas. Apakah ada hal seperti itu sebagai ketidakadilan No Ketidakadilan adalah Tidak adanya keadilan. Apakah ada hal seperti kejahatan?" mahasiswa tersebut memberi jeda.

"Bukankah jahat adalah ketiadaan dari baik?"

Wajah profesor berubah warna menjadi mengkhawatirkan. Dia begitu marah sehigga tak bisa berkata-kata, sementara mahasiswa melanjutkan, "Jika ada yang jahat di dunia, profesor, dan kami semua setuju ada, maka Tuhan, jika Dia eksis, tentu akan menyempurnakan pekerjaan melalui agen kejahatan. Apa itu pekerjaanTuhan adalah menyelesaikan?
Kitab suci memberitahu kita bahwa kita masing-masing, dengan kehendak bebas kita, akan memilih yang baik atas yang jahat. "

Sang profesor terhenyak. "Sebagai seorang ilmuwan filsafat, saya tidak melihat hal ini sebagai ada kaitannya; sebagai seorang realis, saya benar-benar tidak mengakui konsep Tuhan maupun faktor teologis lain sebagai bagian dari persamaan dunia karena Tuhan tidak bisa diamati. "

"Saya akan berpikir bahwa ketiadaan kode moral ketuhanan di dunia ini mungkin adalah salah satu fenomena yang paling bisa diamati," jawab mahasiswa. "Surat kabar membuat milyaran dollar melaporkannya setiap minggu. Katakan, profesor. Apakah Anda percaya bahwa kita berevolusi dari monyet?!"

"Jika anda mengacu pada proses evolusi alamiah, anak muda, ya, tentu saja saya percaya."

"Apakah Anda pernah mengamati evolusi dengan mata anda sendiri, Sir?" Sang profesor membuat suara mengisap dengan giginya dan memberi tatapan muridnya, diam membatu.

"Profesor. Semua usaha sebelumnya untuk menjelaskan cara kerja proses evolusi telah gagal, karena tidak seorang pun pernah mengamati bagaimana proses evolusi bekerja dan bahkan tidak ada yang dapat membuktikan bahwa proses ini berlangsung terus-menerus, bukankah anda sedang mengajarkan opini anda, pak. Apakah Anda sekarang bukan ilmuwan, tapi seorang pemuka agama? "

"Aku akan memaafkan kelancangan anda dalam diskusi filosofis kita. Sekarang, apakah Anda sudah selesai?" profesor mendesis.

"Jadi anda tidak menerima kode moral ketuhanan untuk melakukan apa yang benar?"

"Saya percaya dalam apa yang disebut ilmu dari pengamatan"

"Ahh ILMU!" wajah sang mahasiswa berubah sinis. "Pak, Anda benar menyatakan bahwa sains adalah studi tentang fenomena yang diamati. Apa yang Anda sebut" ilmu "juga adalah premis yang cacat ..."

"ILMU cacat ..?" sang profesor bergetar. Kelas menjadi gempar.

Mahasiswa tersebut masih tetap berdiri sampai keributan mereda. "Tidak, Sir, maksudku-pandangan Anda terhadap ilmu mengalami kecacatan. Untuk melanjutkan opini Anda yang dibuat sebelumnya dengan siswa lain, mungkin saya akan memberikan contoh dari apa yang saya maksud?." Sang profesor diam.

Mahasiswa tersebut melihat ke sekeliling ruangan .* Sir, hukum dasar fisika mengatakan materi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, namun Anda percaya pada "pembentukan spontan" dari seluruh alam semesta fisik! Penciptaan spontan dari cacing telah disangkal abad yang lalu.

Sir, biogenesis adalah "ilmu teramati" seperti yang Anda katakan - hidup hanya telah diamati untuk datang dari kehidupan sejenis lainnya - dan namun Anda tampaknya masih percaya bahwa kehidupan entah bagaimana datang dari non-hidup dan bahwa binatang melahirkan anak-anak dari jenis lain!.

"Anak muda," profesor mulai bicara tersendat, "saya percaya bahwa ilmu pengetahuan pada akhirnya akan ...."

"Ilmu itu akhirnya akan membuktikan bahwa materi dapat dibuat, kehidupan yang dapat berasal dari non-jiwa" sela mahasiswa itu "Sir, itu bukan ilmu - itu keyakinan! Apa yang Anda yakini adalah kebalikan dari "ilmu diamati"! Keyakinan Anda dalam apa yang Anda panggil "ilmu", keyakinan saya adalah Tuhanlah yang menciptakan "ilmu".
Jangan salah, Profesor, kita berdua adalah bagian dari keyakinan. "

Ada jeda panjang berikut sebagai Profesor menatap mahasiswa tersebut tanpa sepatah kata pun.
"Dan Pak!", Mahasiswa tersebut melanjutkan,"Bukankah Anda menciptakan kegagalan?!. Maksudku, Anda menetapkan standar untuk lulus dari kelas ini dan mereka yang tidak memenuhi itu, gagal! Bukankah begitu? Jadi dengan menetapkan standar dan memanfaatkan filosofi yang Anda nyatakan sebelumnya, Anda telah membuat kegagalan, Profesor, maksudku apakah ada yang pernah tidak lulus di kelas ini "?

"Sepertinya saya melihat seseorang yang mungkin tidak lulus, seperti sekarang", Profesor menggeram!

"Apakah ada orang di kelas yang pernah melihat otak professor?" Kelas pecah dalam tawa. Mahasiswa tersebut menunjuk pada guru tuanya. "Apakah ada seseorang di sini yang pernah mendengar otak profesor ... merasakan otak profesor, menyentuh atau mencium otak profesor?"

Tak seorang pun tampaknya telah melakukannya. Mahasiswa tersebut menggeleng sedih. "Tampaknya tidak seorang pun pernah memiliki persepsi indra apapun dari otak profesor. Hmm, sesuai aturan empiris, protokol stabil, dibuktikan dan sains, SAYA NYATAKAN bahwa profesor tidak punya otak." Kelas menjadi kekacauan. Mahasiswa itu duduk ...

(Ruangan menjadi sunyi, Guru Besar itu menatap mahasiswa,. Wajahnya tak nyaman)

"Kurasa kau harus melihatnya sebagai keyakinan, Nak."

"Itulah, Sir. . . persis! Hubungan antara MANUSIA & TUHAN adalah keyakinan. Itu semua yang membuat segala sesuatu hidup dan bergerak"


---ooo0ooo---