27 Agustus 2014

Macam - macam Majas dan Contohnya

Sumber :Macam - macam Majas dan Contohnya

Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.

1. Kl1maks
Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.

2. Antikl1maks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya

3. Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang

4. Antitesis
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.
Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai

5. Epizeuksis
Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.
Contoh : Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengajar semua ketinggalan kita.

6. Tautotes
Ada;aj repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.
Contoh : kau menunding aku, aku menunding kau, kau dan aku menjadi seteru

7. Anafora
Adalah repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis.
Contoh : Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa

8. Epistrofora
Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan Contoh : Bumi yang kau diami, laut yang kaulayari adalah puisi,
Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi

9. Simploke
Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut.
Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.

10. Mesodiplosis
Adalah repetisi di tengah-tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan.
Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.

11. Epanalepsis
Adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.
Contoh : Kita gunakan pikiran dan perasaan kita.

12. Anadiplosis
Adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya.
Contoh : Dalam baju ada aku, dalam aku ada hati. Dalam hati : ah tak apa jua yang ada.

13. Aliterasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.
Contoh : Keras-keras kena air lembut juga

14. Asonansi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.
Contoh : Ini luka penuh luka siapa yang punya

15. Anastrof atau Inversi
Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan.
Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.

16. Apofasis atau Preterisio
Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal.
Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara

17. Apostrof
Adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir.
Contoh : Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaan seperti yang pernah kau perjuangkan

18. Asindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.
Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.

19. Polisindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh : Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?

20. Kiasmus
Adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya.
Contoh : Semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.

21. Elipsis
Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.
Contoh : Risalah derita yang menimpa ini.

22. Eufimisme
Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan.
Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran

23. Litotes
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri
Contoh : Mampirlah ke gubukku!

24. Histeron Proteron
adalah gaya bahasa yang merupakan kebailikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.
Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasir putihnya

25. Pleonasme
Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

26. Tautologi
Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan

27. Parifrasis
Adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya.
Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu

28. Prolepsis atau Antisipasi
Adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi.
Contoh : Keua orang tua itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.

29. Erotesis atau Pertanyaan Retoris
Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.
Contoh : inikah yang kau namai bekerja?

30. Silepsis dan Zeugma
Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama.
Contoh : ia
menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.

31. Koreksio atau Epanortosis
Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.
Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.

32. Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

33. Paradoks
Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda.
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.

34. Oksimoron
adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh : Keramah-tamahan yang bengis

35. Asosiasi atau Simile
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya.
Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

36. Metafora
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.
Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita

37. Alegori
adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.

38. Parabel
Adalah gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya.
Contoh : Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar

39. Personifikasi
Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup.
Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting

40. Alusi
Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa.
Contoh : Pkartini kecil itu turut memperjuangkan haknya

41. Eponim
Adalah gaya dimana seseorang namanya begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
Contoh : Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan.

42. Epitet
Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal.
Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan.

43. Sinekdode
- Pars Pro Tato
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian hal untuk menyatakan keseluruhan. Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya
- Totum Pro Parte
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSI Harimau

44. Metonimia
Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah

45. Antonomasia
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.

46. Hipalase
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh : ia masih menuntut almarhum maskawin dari Kiki puterinya (maksudnya menuntut maskawin dari almarhum)

47. Ironi
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?

48. Sinisme
adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam
Contoh : Harum bener baumu pagi ini

49. Sarkasme
Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan.
Contoh : Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga

50. Satire
Adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu.
Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!

51. Inuendo
Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya

52. Antifrasis
Adalah gaya bahsa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri, atau kata-kata yang dipakai untuk menangkal kejahatan, roh jahat, dan sebagainya.
Contoh : Engkau memang orang yang mulia dan terhormat

53. Pun atau Paronomasia
Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi.
Contoh : Tanggal satu gigi saya tinggal satu

54. Simbolik
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang.
Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.

55. Tropen
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang.
Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.

56. Alusio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.
Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

57. Interupsi
adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.

58. Eksklmasio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.
Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.

59. Enumerasio
Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.

60. Kontradiksio Interminis
Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.
Contoh : semuanya telah diundang, kecuali Sinta.

61. Anakronisme
Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu.
Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)

62. Okupasi
Adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.
Contoh : Minuman keras dapat merusak dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.

63. Resentia
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan.
Contoh : “Apakah ibu mau….?”

Investasi dan Subsidi


Ke depannya 2 kata ini akan banyak berseliweran di jagad maya, media cetak n elektronik. Siap2 aja

INTERMEZZO: Gambaran simpel tentang pengeluaran:
  1. kalo Anda mengeluarkan sejumlah uang yang mengakibatkan pendapatan Anda di masa depan meningkat secara daya beli, maka pengeluaran tersebut = INVESTASI
  2. kalo Anda mengeluarkan sejumlah uang yang apabila dibatalkan pengeluarannya akan mengakibatkan pendapatan Anda berkurang atau bahkan hilang, maka pengeluaran tersebut = BIAYA
  3. kalo Anda mengeluarkan sejumlah uang yang tidak membuat pendapatan Anda di masa depan meningkat secara daya beli, dan apabila dibatalkan pengeluarannya ternyata tidak membuat pendapatan Anda berkurang ataupun hilang, maka pengeluaran itu = BUKAN BIAYA & BUKAN INVESTASI, lalu pengeluaran apa dong? PENGELUARAN TIDAK BERGUNA


subsidi tu masuknya kategori apa?
investasi? Biaya? ato Pengeluaran tidak berguna?
Pertanyaan dasarnya, faktor apa yg membuat hal itu jadi berbeda?
jumlahnya kah? waktunya kah? penerimanya kah?

Sayangnya bukan itu semua, inti perbedaan dari ketiga pengeluaran tersebut hanya 1: seberapa besar pihak yang mengeluarkan uang tersebut bisa mengambil manfaatnya.
Kalo + itu akan menjadi investasi,
kalo 0 itu akan jadi pengeluaran tidak berguna
kalo - itu akan jadi biaya

Subsidi bukan hak prerogatif pemerintah, pengusaha pun mengeluarkan subsidi, untuk karyawannya ada subsidi transportasi, subsidi makan siang dll, kalo u konsumen biasanya dibalut nama2 berbau promosi.
Tapi bukan cuma mereka, orang tua pun memberikan subsidi untuk anaknya agar bisa belajar di sekolah dengan nyaman. Anak muda pun memberi subsidi u pacarnya agar mau diajak kencan. Panitia acara memberi subsidi pada peserta agar semakin banyak orang yang bisa mengikuti acaranya, dll

Mengapa subsidi dikeluarkan?
Agar orang yang diberi subsidi mendapat kemudahan/keringanan beban sehingga bisa melakukan aktivitas yang diharapkan dengan lebih optimal sehingga (diharapkan) ke depannya akan memberi hasil yang lebih optimal

Dalam bentuk apa subsidi diterima?
Bisa dalam bentuk sejumlah uang. Bisa dalam bentuk sejumlah diskon.
Bisa dalam bentuk pelayanan, sperti jemputan/antaran gratis dari hotel ke bandara. Bisa dalam bentuk bentuan tenaga, seperti penempatan asisten untuk memudahkan pekerjaan dsb
Apapun bentuknya, subsidi selalu dapat diukur nilai uangnya, sehingga mudah dihitung nilai ekonomisnya

Nah, sudah waktunya sedikit MELEK FINANSIAL, apakah Anda sebagai pemberi subsidi bener2 sudah mampu mengambil manfaat dari pengeluaran tersebut? Ato subsidi hanya menjadi beban bagi Anda?

Catatan: Ke depannya, kata INVESTASI akan menjadi eufimisme (penghalus bahasa) dari INVASI EKONOMI = penguasaan bidang/daerah bernilai ekonomis


Nusantara, 27 agustus 2014

"kaya itu rasa, bukan angka"
- prie

01 Mei 2013

Cerita ringan tentang suatu wawancara kerja


Seorang pemuda dengan nilai akademis yang istimewa melamar posisi manajerial di sebuah perusahaan besar.

Dia melewati wawancara pertama, direktur melakukan wawancara terakhir, membuat keputusan terakhir.

Direktur menemukan dari CVnya bahwa prestasi akademik pemuda tersebut sangat baik sepanjang waktu, dari sekolah menengah sampai penelitian pascasarjana,

Tidak pernah ada satu tahun pun ketika dia tidak mencapai nilai yang istimewa.



Direktur bertanya,
"Apakah Anda memperoleh beasiswa di sekolah?"
Si pemuda menjawab "tidak ada".

Direktur bertanya,
"Apakah ayahmu yang membayar biaya sekolah Anda?"
Pemuda itu menjawab,
"Ayah saya meninggal ketika saya berusia satu tahun, semua itu adalah ibu saya yang membayar biaya sekolah saya."

Direktur bertanya,
"Di mana ibumu bekerja?"
Pemuda itu menjawab,
"Ibuku bekerja sebagai pencuci pakaian.

Direktur meminta pemuda untuk menunjukkan tangannya.
Pemuda menunjukkan sepasang tangan yang halus dan sempurna.

Direktur bertanya,
"Pernahkah Anda membantu ibu Anda mencuci pakaian sebelumnya?"
Pemuda itu menjawab,
"Tidak pernah, ibu saya selalu ingin saya belajar dan membaca lebih banyak buku. Selain itu, ibu saya bisa mencuci pakaian lebih cepat daripada saya.

Direktur mengatakan,
"Saya punya permintaan. Ketika Anda kembali hari ini, tolong bersihkan tangan ibumu, dan kemudian temui saya besok pagi. *

Pemuda merasa bahwa kesempatannya sangat tinggi untuk mendapat pekerjaan. Ketika ia kembali, ia dengan senang hati meminta ibunya untuk membiarkan dia membersihkan tangannya. Ibunya merasa aneh, senang tapi dengan perasaan campur aduk, ia menunjukkan tangannya kepada anak tersebut.

Pemuda membersihkan tangan ibunya dengan perlahan. Air matanya jatuh saat ia melakukannya. Ini adalah pertama kalinya ia melihat bahwa tangan ibunya begitu keriput, dan ada begitu banyak memar di tangannya. Beberapa memar begitu menyakitkan bahkan ibunya menggigil ketika dibersihkan dengan air.

Ini adalah pertama kalinya pemuda tersebut menyadari bahwa sepasang tangan inilah yang mencuci pakaian sehari-hari untuk memungkinkan dia membayar biaya sekolah. Memar-memar di tangan ibu adalah harga yang harus dibayar untuk lulus, keunggulan akademik dan masa depannya.

Setelah selesai membersihkan tangan ibunya, pemuda itu diam-diam dicuci semua pakaian yang tersisa untuk ibunya.

Malam itu, ibu dan anak berbicara untuk waktu yang sangat lama.

Keesokan paginya, pemuda pergi ke kantor direktur.
Direktur melihat air mata di mata pemuda itu, bertanya:
"Bisakah Anda ceritakan apa yang telah Anda lakukan dan pelajari kemarin di rumah Anda?"
Pemuda itu menjawab,
"Aku membersihkan tangan ibuku, dan juga selesai membersihkan semua pakaian yang tersisa '

Direktur bertanya,
"Tolong ceritakan perasaan Anda."
Pemuda itu berkata,
Nomor 1,
Sekarang aku tahu apa yang disebut apresiasi. Tanpa ibu saya, tidak akan sukses saya hari ini.
Nomor 2,
Dengan bekerja sama dan membantu ibu saya, hanya sekarang saya menyadari betapa sulitnya untuk melakukan sesuatu.
Nomor 3,
Aku datang untuk menghargai betapa penting dan bernilainya hubungan keluarga.

Direktur mengatakan,
"Ini adalah apa yang saya cari untuk menjadi manajer saya. Saya ingin merekrut orang yang bisa menghargai bantuan orang lain, orang yang tahu penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, dan orang yang tidak akan menempatkan uang sebagai satunya tujuan dalam hidupnya. Anda dipekerjakan.

Kemudian, orang muda ini bekerja sangat keras, dan menerima rasa hormat dari bawahannya. Setiap karyawan bekerja dengan tekun dan sebagai sebuah tim. Kinerja perusahaan meningkat pesat.


Seorang anak, yang selalu dilindungi dan biasa diberikan apapun yang ia inginkan, akan mengembangkan "mentalitas hak" dan akan selalu menempatkan dirinya sendiri. Dia akan mengabaikan upaya orangtuanya.

Ketika ia mulai bekerja, ia menganggap bahwa setiap orang harus mendengarkan dia, dan ketika ia menjadi manajer, ia tidak akan pernah tahu penderitaan karyawan dan akan selalu menyalahkan orang lain.

Untuk jenis orang yang mungkin baik akademis, mungkin bisa berhasil untuk sementara waktu, tapi akhirnya tidak akan merasakan lagi prestasi.

Dia akan mengeluh dan akan penuh kebencian dan berjuang untuk lebih. Jika kita seperti ini, menjadi orangtua yang protektif, apakah kita benar-benar menunjukkan cinta atau kita menghancurkan anak itu? *


Anda dapat membiarkan anak Anda tinggal di sebuah rumah besar, memberinya supir & Mobil untuk berkeliling, makan makanan yang enak, belajar piano, menonton TV layar lebar. Tetapi bila Anda memotong rumput, tolong biarkan mereka mengalaminya. Setelah makan, biarkan mereka cuci piring dan mangkuk masing-masing bersama-sama dengan saudara-saudaranya. Katakan kepada mereka untuk naik bis umum, bukan karena Anda tidak memiliki uang untuk memberi Mobil atau Menyewa Pembantu, tapi itu karena Anda ingin mencintai mereka dengan cara yang benar. Anda ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kaya orang tua mereka, suatu hari rambut akan tumbuh uban, sama seperti Bundanya pemuda tersebut. Yang paling penting adalah anak Anda belajar bagaimana menghargai suatu upaya dan belajar memiliki pengalaman menghadapi kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu ..

28 April 2013

Doa Bagi Perempuan Hamil

#1. Allaahummahfazh waladii maa daama fii bathnii wasyfihi anta syafin laa syifaa’a illaa syifaa uka syifaa un laa yughaadiru saqama

#2. Allaahumma shawwirhu fii bathnii shuuratan hasanatan wa tsabbit qalbaha iimaanan bika wa birasuulika

#3. Allaahumma akhrijhu min bathnii waqta wilaadatii sahlan wa tasliiman

# 4. Allaahummaj’alhu shahiihan kaamilan wa ‘aaqilan haadziqan ‘aaliman ‘aamilan

# 5. Allaahumma thawwil ‘umrahu wa shahhih jasadahu wa hassin khuluquhu wa afshih lisaanahu wa ahsin shuuratahu liqiraa’atilhadiitsi wal qur’aani bibarakati muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin


Artinya:

#1. Ya Alloh! Perihalah anakku selama ia di dalam kandunganku dan sembuhkanlah ia. Engkau maha penyembuh, tidak ada penyembuhan kecuali darimu, dengan sembuh yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun.

#2. Ya Alloh! Jadikanlah anakku yang ada dalam kandunganku rupa yang cantik, dan kuatkanlah hatinya tetap beriman kepadamu dan kepada rosulmu

#3. Ya Alloh! Keluarkanlah ia dari kandunganku ketika aku melahirkannya dengan mudah dan selamat

#4. Ya Alloh! Jadikanlah ia seorang anak yang sehat, sempurna, cerdik, pandai, dan berilmu serta beramal.

#5. Ya Alloh! Panjangkanlah usianya, sehatkanlah badannya serta baik budi pekertinya, pasehat lidahnya dan merdu suaranya, ketika ia membaca al-Quran dan Hadits, atas berkat kebesaran Nabi Muhammad saw.

23 April 2013

Pertemuan itu, Mengubah Pandangan Kartini Tentang Islam

dakwatuna.com - Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;
Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?

Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.

Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.

Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?


RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.

Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya.

Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kitab ini terlalu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.



Namun, Kartini tidak menceritakan pertemuannya dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang — lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat. Adalah Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, yang menuliskan kisah ini.

Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.


“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Alquran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.

Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.


Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; 
Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; 
“Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah."

Sumber