27 Januari 2008

Siapakah Aku

Darimana asalku?
Ke mana Aku menuju?
Untuk apa Aku datang?

Apa cita-citaku?
Siapa musuhku?
Apa senjataku?
Siapa pasanganku?
Siapa Anakku?
Apa pedoman hidupku?
Siapa panutanku?
Berapa lama waktuku tersisa?
Ke mana Aku pergi setelahnya?
Bagaimana keadaanku di sana?
Susahkah?
Senangkah?

(Diambil dari Bahan Renungan Kalbu, dengan modifikasi)

25 Desember 2007

Bagaimana Hari-harimu?

" Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi" (QS al-Kahfi 18:23)


Tahun 2007 akan segera berakhir, berapa banyak kegiatan yang tidak terlaksana karena penundaan? Setiap orang mendapat waktu yang sama, 24 jam, tetapi tidak semua orang memiliki kualitas yang sama. Ada yang menggunakan waktunya untuk memecahkan masalah, tetapi ada yang menggunakannya untuk menghindari masalah, dan ada juga yang hanya berdiam diri karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya ..." (QS Al-Baqarah 2:286)


Bagaimana hari-harimu? Berapa banyak waktu yang dihabiskan dengan menambah masalah, berapa banyak untuk menyelesaikan masalah? Untuk menolong orang atau menyusahkan orang? Adakah kita merasa gembira menyambut tahun yang baru? Ataukah merasa kesedihan mendalam karena lebih banyak menyia-nyiakan waktu yang telah lewat? Sudahkah kita membahagiakan orang yang kita cintai? Sudahkah sekelebat waktu ini digunakan untuk berbakti kepada Allah SWT??



(Diambil dari Pengantar Buletin ZAMZAM, Renungan Harian Muslim, Desember 2007)



Setengah Kosong atau Setengah Penuh

Sebuah gelas yang terisi air tidak penuh

Kondisi yang sama, fakta yang sama, opini yang berbeda


Katanya, kalau opininya "setengah penuh", berarti orangnya berpandangan positif, optimis, melihat yang bagus dari suatu kondisi...

Dan kalau opininya "setengah kosong", berarti orangnya berpandangan negatif, pesimis menghadapi masa depan, melihat yang jeleknya dari suatu kondisi...

Entah sapa yang benar sapa yang salah, ga jelas parameternya.


Kalau sy sendiri lebih suka melihat opini orang dari alasan opini itu muncul dan tujuan opini tersebut.... belum tentu benar, belum tentu salah...

Mo orang bilang apapun juga, peter seterah dah....buat sy, gelas itu setengah kosong....
Karena sy ingin gelasnya segera kosong, kalo dah kosong mo sy isi ......

Coca Cola.... hureeee...... Coca Cola lebih menarik daripada sekedar air bening hehehehe









(lukisan botol Coca Cola raksasa buatan Julian Beever... mau liat karya yang lain? kunjungi www.nicoamon.com/blog/unbelievable-3d-graffiti-arts-julian-beevers)

08 Juni 2007

Osteoarthritis


Berdasarkan survei di amerika, sebagian besar manusia yang berusia di atas 30 tahun memiliki masalah pada sendinya yang berpotensi mengakibatkan radang sendi

Rata-rata orang mengetahui bahwa osteoarthritis atau radang sendi terjadi karena tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan pelindung tulang mengalami kerusakan. Tanpa adanya bantalan pelindung, tulang akan saling bergesekan, hal inilah yang menjadi gejala radang sendi. Tetapi penyebab terjadinya kerusakan tulang rawan ternyata tidak sederhana. Beberapa faktor turut ambil bagian dalam terjadinya kerusakan tulang rawan ini



1. Otot

Otot selain berfungsi sebagai penggerak juga turut bertugas menahan beban agar berat tubuh tidak membebani sendi secara langsung. Otot yang kurang kuat, membuat berat tubuh dibebankan pada sendi. Karena beban yg besar, sendi mengalami tekanan lebih besar, sehingga tulang rawan yang melindungi tulang menjadi cepat aus.

Perpindahan penahan berat badan dari otot ke sendi ini bisa terjadi karena 2 hal. Pertama, otot mengalami penurunan kemampuan, seperti usia, kurang energi, kurang terlatih, dsb. Kedua, berat badan meningkat tanpa diiringi peningkatan kekuatan otot.

Oleh sebab itu, penderita radang sendi dianjurkan memperkuat otot-ototnya dengan cara bersenam di kolam renang. Dengan adanya daya apung air, beban pada sendi menjadi berkurang, dan tahanan air saat menggerakkan anggota badan membuat otot menjadi lebih kuat.


2. Tulang Rawan

Tulang rawan sebagai bantalan sendi disusun dari beberapa zat seperti air, protein, gula. Banyak hal yang dapat mengurangi kemampuan tulang rawan untuk tetap melindungi tulang, seperti usia, kecelakaan, dsb. Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah kurangnya pasokan nutrisi penyusun tulang rawan, sehingga kerusakan pada tulang rawan tidak dapat diperbaiki dengan cepat. Akumulasi dari kerusakan-kerusakan tersebut akan membuat tulang rawan semakin tipis dan akhirnya mengenai tulang.

Untuk mencegah dan memperbaiki kondisi tulang rawan, makanan yang mengandung glucosamin dan kondroitin sangat efektif menumbuhkan kembali tulang rawan.


3. Tulang
Tulang merespon kerusakan tulang rawan dengan berusaha memperbesar luas permukaannya dengan cara tumbuh membesar. Pertumbuhan tulang ini mengakibatkan permukaan tulang tidak rata (bone spurs/osteophyte) sehingga memperparah kerusakan tulang rawan.

Bisa juga terjadi kerusakan pada tulang karena sebab tertentu, seperti penyakit atau usia, kemudian tulang berusaha memperbaiki kerusakan tersebut dengan cara menumbuhkannya lagi. Karena pertumbuhannya yg kurang rata membuat bentuk sendi berubah dan akibatnya tulang rawan menjadi rusak.


4. Peradangan

Pada saat jaringan tulang rawan rusak dan mati, sel-sel yang tidak berguna tersebut dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh. Saat melakukannya, sel-sel yang sehat pun bisa terserang. Pengotor-pengotor (debris), enzim-enzim beracun dapat terbentuk di cairan sendi dan merusak tulang rawan. Saat udara dingin, beberapa zat pada cairan sendi ini dapat mengkristal sehingga menimbulkan rasa sakit saat sendi digerakkan.


5. Tendon dan Ligamen

Tendon adalah penghubung antara sendi dengan otot, ligamen adalah penghubung antar tulang pada sendi. Kerusakan pada tendon atau ligamen akan membuat beban sendi mengalami peningkatan, sehingga tulang rawan sendi cepat aus.

Kerusakan ini bisa terjadi karena usia, pertumbuhan tulang yang tidak rata, kecelakaan, atau berkurangnya kemampuan karena kekurangan nutrisi.


6. Genetik

Sebagian penderita radang sendi memiliki sifat bawaan yang mengakibatkan tulang rawannya tidak diproduksi setebal orang biasa. Akibatnya tulang rawan ini lebih mudah habis terkikis.


http://www.time.com/time/covers/1101021209/story.html

30 Mei 2007

Ga perlu korupsi, pasti dapet bagian kok

"Wah kalo kita ga korupsi, gimana bisa kaya?"

"Yang laen aja korupsi, ntar kita ga dapet"

"Ga usah sok suci, ikut arus aja daripada jadi orang aneh"

Banyak alasan untuk membenarkan korupsi. Tapi 1 alasan mungkin bisa mencegah kita berbuat korupsi. Tahukah kita, bahwa korupsi justru menghabiskan jatah kita sendiri? Adakah orang yg korupsi yang kekayaannya langgeng? Rata-rata habis dengan cepat ya. Malah biasanya berakhir dengan kemiskinan. Tetapi kenyataan ini pun membuat orang merasa mendapat pembenaran untuk tidak mengusahakan pendapatan lebih.


"Ngapain kaya kalau ga bahagia"

"Ah kita mah ga neko-neko, terima aja apa adanya"

"Ga usah serakah, rejeki ada yang ngatur kok"

"Yaa dia sih beruntung, dapet rejeki lebih"

"Biar miskin yang penting happy"

"Gimana mo kaya, gaji ga naek-naek"

Sehingga banyak yang merasa, untuk berpendapatan tinggi, orang harus korupsi atau mendapatkan keberuntungan. Akibatnya, orang yg berhasil dengan upayanya sendiri pun dianggap beruntung, mendapat kesempatan lebih baik, hoki. Ada sebagian lagi yang berpendapat bahwa pendapatan tinggi disebabkan oleh latar belakangnya, keturunannya, lingkungan di mana dia dibesarkan, backingnya, dan hal-hal lain yang orang biasa sulit mendapatkannya.

Padahal, sejak setiap manusia diciptakan, Tuhan sudah menentukan rejekinya. Setiap makhluk memiliki rejekinya sendiri. Berarti tidak mungkin orang lain mengambil jatah kita. Sekuat apapun kita berusaha, kita hanya bisa mendapatkan rejeki kita sendiri, tidak mungkin kita mengambil jatah rejeki orang lain.

Memang benar rejeki setiap orang berbeda-beda besarnya, justru itulah keadilan Tuhan. Apa jadinya kalau rejeki setiap orang sama? Tidak ada yang mau jadi pembantu, tukang sapu, pelayan restoran. Dan mungkin ga ada orang yg mau buka warung nasi kalau sudah kaya, bukanya restoran, tapi ga ada yg mau ngebangunnya karena tukang batu pun sudah kaya. Ga akan ada supir bis, semua supir bis sudah kaya, toh setiap orang pun bisa beli mobil. Tapi sayangnya ga ada yg memproduksi mobil, ga ada yg butuh pendapatan kok. Ada yang produksi mobil pun mungkin ga ada yg mau jadi montir, ngapain belepotan oli kalo udah kaya mah?

Justru karena rejeki setiap orang berbeda besarnya lah sehingga kehidupan bisa berjalan.

Benar, hal ini yang dibuat alasan oleh orang yang malas untuk membenarkan sikapnya agar tidak mencari pendapatan lebih. Karena disangkanya rejeki itu hanya 1 macam. Disangkanya setipa orang hanya mendapatkan 1 jatah rejeki dan rejeki itulah yang kita nikmati setiap harinya. Sayangnya tidak seperti itu, rejeki ada 3 macam:

1. Rejeki yang dibutuhkan

Sejak setiap manusia diciptakan, masing-masing dari mereka sudah ditetapkan rejeki yang dibutuhkannya untuk tetap bertahan hidup. Karena Tuhan Maha Adil, kalau DIA menciptakan perut dan lapar, maka DIA jugalah yg akan memenuhi kebutuhannya. Rejeki tipe I ini adalah makanan yang diperlukan untuk memperkuat tubuh, mempertahankan kesehatan, energi untuk beraktivitas.
"Tetapi ada orang yg mati kelaparan tuh? Kenapa rejekinya ga datang?"

Tentu saja rejeki tidak datang dari langit begitu saja, tetapi harus diupayakan. Seperti orang yg sudah disediakan makanan lengkap di meja prasmanan, tetap saja dia harus mau mengambil makanan tersebut. Seperti anak yang disuapi ibunya, tetap saja dia harus mengunyah makanan itu. Seperti bayi yang minum asi, tetap saja dia harus menyedot asi ibunya.

Yang diperlukan adalah bekerja secara tulus ikhlas sehingga rejeki kita akan datang. Seperti burung yang meninggalkan sarangnya dengan perut lapar dan kembali ke sarang dengan perut kenyang, tapi burungnya harus mau keluar sarang dan mencari makanan.

Kalau manusia takut ga dapet makan, berarti kalah dengan cicak. Cicak makan nyamuk yang punya sayap dan bisa terbang. Sedangkan cicak hanya bisa merayap di dinding. Bagaimana caranya ada nyamuk yg bisa tertangkap oleh cicak? Sulit dibayangkan ya? Tetapi kita ga pernah menemukan cicak yg mati kelaparan, paling-paling mati kejepit pintu. Cicak aja yang makanannya terbang selalu dapat makan, apalagi manusia yang punya lebih banyak pilihan.

"Tapi makanan sy ga menarik sih, cuma tahu tempe aja?"

Ada waktunya untuk mendapatkan makanan yang enak, salah satunya di kenduri yang kita diundang. Itulah rejeki kita.

Bayangkan rejeki ini seperti pohon apel. Setiap hari ada apel yg matang dan jatuh. Mungkin ada yang sehari jatuh 1, ada yg jatuh 2, tergantung bagaimana kita merawatnya. Asalkan dirawat (diupayakan tadi), pasti ada apel yg jatuh setiap harinya. Ada kalanya, apel tersebut matang bersamaan, sehingga yang jatuh banyak dan kita bisa makan kenyang (kenduri tadi sebagai perbaikan gizi).


2. Rejeki yang digantungkan

Rejeki tipe II ini yang membedakan pendapatan setiap orang. Bayangkan pohon apel tadi, selain yang matang dan jatuh ada lagi apel yg matang dipohon tetapi tidak jatuh. Apel-apel yang matang di pohon ini adalah rejeki yang digantungkan. Kalau kita mengupayakan untuk meraihnya maka kita akan mendapat lebih banyak.

Macam-macam cara mendapatkannya, ada yang berlatih meloncat, semakin tinggi loncatannya semakin banyak yang bisa dia raih. Ada lagi yang belajar memanjat, semakin tinggi dia bisa memanjat semakin banyak hasilnya. Ada lagi yang menggunakan galah, semakin panjang galahnya semakin banyak hasilnya. Ada lagi yang membuat tangga, semakin tinggi tangganya semakin banyak hasilnya. Ada lagi yang meminta orang untuk mendukungnya sehingga dia bisa meraih lebih tinggi. Macam-macam upayanya, tetapi yang pasti bukan sekedar menunggu apel jatuh.

Sehingga pada rejeki tipe II ini ada quota yang bisa kita ambil tetapi hasil yang kita dapatkan tergantung upaya kita, belum tentu semua jatahnya sudah kita ambil. Oleh karena itu orang dengan upaya yang lebih baik bisa mendapatkan hasil lebih besar.


Mungkin saja jatah pendapatan kita saat ini 1 milyar perbulan, tetapi yang kita ambil baru 500ribu, karena upaya kita cuma bernilai 500ribu. Syaratnya untuk mendapatkan rejeki tipe II adalah 'bekerja sesuai hasil yang diinginkan'. Keinginan akan dikabulkan asalakan upayanya sesuai. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, "Perbaikilah pekerjaanmu, niscaya dikabulkanlah doamu."


3. Rejeki yang dijanjikan

Dengan adanya rejeki tipe III ini, orang bisa menjadi sangat kaya. Bayangkan pohon apel rejeki kita yang berbuah lebat karena perawatan yang baik. Dan kita bisa panen besar karena upaya memetiknya terbukti handal. Tetapi tidak semua apel kita konsumsi, sebagian kita tanam kembali sehingga akhirnya tumbuh menjadi pohon apel-pohon apel baru. Sehingga saat ini kita bukan hanya memiliki 1 pohon apel sebagai rejeki kita, tetapi memiliki 1 kebun apel sebagai sumber rejeki kita. Pasti hasil panennya banyak sekali ya?


Rejeki tipe III ini adalah hasil sedekah kita kepada orang lain. Infak, sedekah, zakat, wakaf, dsb akan memperbesar quota rejeki kita. Contoh sedekah paling 'murah' adalah senyum (tentu saja senyum yang baik, bukan senyum ejekan atau merendahkan). Senyum akan menyambungkan tali silaturahmi, memberi kesan yang baik pada pikiran orang lain, membuat orang menyukai kita, membuat orang mengingat kita dalam segi positif, dsb. Persepsi yang baik ini akan membuat orang mengingat kita saat dia memiliki rejeki, atau hanya sekedar peluang mendapatkan/mengupayakan rejeki lebih banyak. Oelh karena itu, dikatakan "silaturahmi membuka pintu rejeki."

Semakin banyak kita bersilaturahmi dengan orang, semakin banyak kemungkinan rejeki mengalir dari berbagai arah. Inilah salah satu cara membuat 'multiple source of income'. Dengan 'multiple source of income', apabila income kita dari salah satu sumber mengalami hambatan, kita masih mendapatkan income dari sumber yang lain. Sehingga keliatannya kekayaannya ga habis-habis.

Itu kalau cuma senyum yang diberikan, bagaimana kalau yang diberikan adalah wakaf berupa tanah beserta bangunan sekolah di atasnya? Mungkin setiap anak yang bersekolah di sekolah tersebut akan merasa berhutang budi pada pemberi wakaf dan ingin membalasnya saat sudah bekerja. Walaupun 1 anak cuma memberi 100 rupiah seumur hidupnya, dari seluruh anak yang bersekolah di sekolah tersebut bisa berapa uang yg bisa terkumpul? Banyak sekali kan?


Itulah sebabnya sy percaya bahwa 'Tuhan ingin anda kaya', karena selalu dikatakan, "Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah", 'memberi lebih baik daripada menerima'

Nah sekarang waktunya kita kembali ke permasalahan pertama,

"Lalu mengapa orang tidak perlu korupsi untuk kaya?"

Karena rejeki setiap orang sudah ditetapkan Tuhan, sehingga tidak mungkin jatah rejeki seseorang diambil oleh orang lain. Tidak mungkin Tuhan menyediakan jatah rejeki dan kita harus mendapatkannya dengan cara yang tidak halal.




"Kalau begitu, korupsi itu dapat dari mana hasilnya? Mengapa orang yg korupsi biasanya berakhir miskin?"

Sesungguhnya korupsi berarti mengambil jatah rejeki masa depannya sendiri, sehingga tangki rejekinya cepat kosong. Makanya setelah korupsi biasanya miskin, karena rejekinya habis. Seperti orang yg memetik buah apelnya bukan hanya yang matang saja, tetapi juga apel-apel yang masih kecil dan mentah, sehingga pada waktunya tidak ada apel sama sekali di pohonnya karena semuanya sudah dipetik ketika saatnya belum tiba.


(thx to Aa Gym atas penjelasannya...)