21 Maret 2007

Anda Ingin Sukses?

Sabtu malam tgl 17 Maret 2007, di Hotel Purnama Kota Batu, Malang Jawa Timur, diluncurkan sebuah buku self help beserta video books 'Anda Ingin Sukses?'. Setiap buku disertai 2 DVD hanya seharga 85ribu, sangat murah untuk kualitas cetak sebagus itu.

Berbeda dengan buku self help lainnya yang terkesan susah dibaca, buku ini hurufnya besar-besar dan banyak ilustrasinya, sehingga orang yg tidak gemar baca pun akan cepat menyelesaikannya. Selain itu buku ini juga memberikan gambaran yg berbeda tentang kesuksesan dan cara mencapainya.

Ada sebagian orang yg merasa bahwa sukses itu karena hoki atau keberuntungan seseorang.
Tetapi di buku ini anggapan tersebut ditepis. Lebih tepatnya kesuksesan itu dipengaruhi oleh kesempatan, bukan keberuntungan. Bagaimana cara mendapatkan kesempatan? Buku ini pun membahasnya.

Selain kesempatan, sukses dipengaruhi oleh persiapan. Dalam buku ini juga dibahas persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk memperbesar kemungkinan sukses. Banyak orang yg berpikiran bahwa untuk sukese, persiapan harus bertemu dengan kesempatan di suatu titik. Akan tetapi, sesungguhnya kesuksesan tersebut tergantung dari luas bidang kesuksesan yang kedua sisinya adalah kesempatan dan persiapan.

Banyak lagi orang yg berpikiran bahwa untuk sukses diperlukan modal yg saat ini tidak
dimilikinya, seperti uang, wajah tampan atau cantik, relasi, kepandaian, bakat dsb. Padahal semua hal itu bukan merupakan faktor utama, bahkan kadang-kadang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kesuksesan yg dicapai.

Buku ini ditulis oleh orang yg sudah mencapai tingkatan kaya menurut majalah Forbes, yaitu memiliki pendapatan 1 juta USD pertahun. Sudah membantu ribuan orang, seminarnya dihadiri tidak kurang dari 10.000 orang pertahunnya, diadakan di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Semarang, Malang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Makasar, Menado, Balikpapan, Bali, Palembang, Medan, dsb. Yang menjadi sumber kesuksesannya adalah keberhasilnnya membantu ratusan orang untuk mencapai perbaikan finansial dan pengembangan diri.

Seminar terdekatnya sekaligus temu penulis diadakan di:
Bandung
Jumat, 23 Maret 2007
pk 18.30
Hotel Grand Serela
Jl LL RE Martadinata 48

Jakarta
Minggu, 25 Maret 2007
Hotel Red Top
Jl Pecenongan Jakarta Pusat

Tiket Rp 50.000/peserta

ANDA INGIN SUKSES? BELAJARLAH DARI ORANG SUKSES


Hierarchy of Human Needs

Malam minggu kemarin, melihat peluncuran buku baru, buku self help tentang cara mencapai kesuksesan (lihat di blog yg lain tentang buku ini). Setelah peluncuran, ada 1 buku dummy yg ukurannya 2 kali lebih besar dari aslinya. Buku dummy ini akhirnya dilelang. Mulai dari harga 500 ribu sampai akhirnya terjual seharga 15,5 juta. Kok bisa? Apa karena masing-masing pihak ga mau kalah? Memang dummy itu cuma diproduksi 1 saja, tapi rasanya tanpa mendapatkan itu pun gapapa. Kenapa harus ngotot sampai harganya naik 30 kali lipat? Pulang dari acara itu jadi kepikiran. Mengapa?


Mengapa seseorang mau melakukan sesuatu? Mengapa dia tidak mau melakukannya?
Apa yang menggerakkan orang? Apa yg diinginkan orang? Apakah orang mau melakukannya apabila keinginannya sudah terpenuhi? Atau justru sebelum keinginannya terpenuhi dia mau melakukannya? Apakah keinginan setiap orang berbeda-beda?

Ternyata pertanyaan ini di bidang psikologi sudah dari dulu dipertanyakan ya. Salah satu yg paling terkenal adalah teorinya Abraham Maslow, yang terkenal dengan Hierarchy of Human Needs. Mengapa terkenal? Yah, mungkin karena psikologi biasanya mempelajari orang-orang yg sakit, sedangkan Maslow menyusun teorinya dari pengamatan orang-orang sukses.

Maslow mengatakan bahwa manusia akan berusaha memenuhi kebutuhannya. Dia mau melakukan apapun apabila hasilnya dapat memenuhi kebutuhannya. Kabutuhan paling dasar adalah kebutuhan fisik, seperti bernafas, makan, minum, bahkan kebutuhan sexual. Setelah terpenuhi, dia akan berusaha memenuhi kebutuhan tingkat 2 yaitu keamanan, segala sesuatu yg membuat pemenuhan kebutuhan fisiknya tidak terganggu kelangsungannya. Kebutuhan selanjutnya adalah kebutuhan sosial, seperti mencintai, dicintai, bagian dari suatu komunitas, persahabatan.

Kebutuhan tingkat 4 adalah kebutuhan untuk kepercayaan diri, self esteem dan self respect. Untuk mereka yg kepercayaan dirinya rendah, kebutuhan tingkat 4 ini berupa ketenaran, penghargaan, dan kesuksesan. Sedangkan untuk mereka yg kepercayaan dirinya tinggi, kebutuhan tingkat 4 ini berupa confidence, competence, dan achievement. Untuk memenuhinya, orang akan mau meningkatkan kecerdasannya atau disebut juga cognitive needs.

Kebutuhan tertinggi adalah Aktualisasi diri, yg merupakan kebutuhan sebagai bagian dari Law of being. Aktualisasi diri didapatkan apabila orang sudah mendapatkan tempat dalam komunitasnya, dengan spesialisasi yg diakui. Mungkin secara gampangnya aktualisasi diri ini terpenuhi apabila orang menyadari bahwa dia bisa memberi sesuatu kepada orang lain dan pemberian tersebut dihargai serta ditunggu-tunggu.

Itu hirarki menurut Maslow. Tetapi, kalau dilihat pada hubungan antar manusia, justru hierarki itu terbalik. Yang dicari paling pertama oleh seseorang adalah aktualisasi diri. Apabila suatu komunitas bisa memberinya rasa dibutuhkan, rasa diharapkan kehadirannya, dia akan mempertahankan keberadaannya di komunitas tersebut.

Karena merasa dibutuhkan, orang menjadi percaya diri. Kepercayaan dirinya membuat dia menyukai diri sendiri, mencintai diri sendiri. Setelah dia bisa mencintai diri sendiri, baru dia dapat mencintai orang lain, menjalin hubungan dengan pasangan hidup, membangun persahabatan. Karena hubungan sosialnya sudah terpenuhi, orang dapat menciptakan keamanannya secara sosial, kebutuhan hidupnya bisa dipenuhi dari lingkungan sosialnya, sehingga dia merasa aman di lingkungannya.

Kebutuhan terakhir dari hubungan antar manusia adalah kebutuhan fisik. Istilahnya mangan ora mangan kumpul. Kalo ada makanan yaa lebih baik, tapi kalo ga ada pun pertemuan jalan terus. Maksudnya bukan berarti tidak perlu makan, tetapi kebutuhan akan makanan tersebut tidak harus dipenuhi oleh komunitas. Orang akan tetap bergabung dalam komunitas walaupun ga dapet makanan.

Jadi, untuk kasus para kutu loncat di perusahaan, apa benar hanya gaji yang mereka cari? Ada banyak lho yg gajinya kecil tetap bekerja mati-matian di perusahaan. Malah ada yg rela kerja ga digaji.

12 Maret 2007

Kenapa sekarang orang mudah sakit?

Kalau kita lihat berita di media massa sepertinya penyakit yg ditemui di masyarakat makin beragam saja. Dulu kalau mendengar ada yg terkena penyakit diabetes, jantung koroner, perkerasan pembuluh darah, ginjal, pasti bayangan kita adalah orang tua, 'ooh wajar, degeneratif". Tapi, sekarang ini sepertinya penyakit-penyakit tersebut sudah jadi penyakit umum, maksudnya usia berapapun, dari kalangan manapun bisa kapanpun terkena.


Yang jadi pertanyaan, apakah penyakitnya yg makin mengganas atau manusianya yg makin melemah? Memang ada beberapa penyakit baru yg ditemukan kemudian ternyata lebih ganas daripada yg sebelumnya, seperti SARS, Avian Influenza, Hepatitis, dan masih banyak lagi. Tetapi itu kan penyakit baru, lha kalau penyakit lama apa jadi ganas?

Sepertinya di sisi lain memang ada kecenderungan orang sekarang lebih lemah daripada dulu. Kalau kita bandingkan, 5 faktor kesehatan saat ini dan dulu, mungkin akan lebih mudah terlihat perbedaannya




























dulusekarang
makanan
alami
pewarna, pengawet,perasa, pestisida
pemasakan
slow cook, arang
fast cook, microwave, presto
kerja
keras
2-3x lebih keras
olah raga
sering
jarang
kondisi hidup
aman, tentram
mudah stress
udara
bersih, segar
kotor terpolusi
air
bersih, jernih
kotor

Kalau kondisnya seperti ini, adalah wajar apabila sekarang orang lebih mudah sakit. Dulu untuk mempertahankan kesehatan cukup dengan 4 sehat 5 sempurna. Tapi sekarang, makanan yg dimakan pun sudah banyak bahan kimianya. Oleh karena itu perlu pengelolaan kesehatan yg labih baik, yang lebih tinggi dari standar dahulu, agar orang sekarang tidak mudah sakit.

Mungkin karena itu sekarang banyak beredar suplemen kesehatan, salah satunya untuk menggantikan nilai gizi yang hilang atau rusak dari makanan yg kita makan. Tinggal bagaimana caranya memilih suplemen kesehatan yg paling cocok.

Faktor-faktor Kesehatan

Banyak orang berpikir bahwa sehat adalah tidak sakit, maksudnya apabila tidak ada gejala penyakit yg terasa berarti tubuh kita sehat. Padahal pendapat itu kurang tepat. Ada kalanya penyakit baru terasa setelah cukup parah, seperti kanker yg baru diketahui setelah stadium 4. Apakah berarti sebelumnya penyakit kanker itu tidak ada? Tentu saja ada, tetapi tidak terasa. Berarti tidak adanya gejala penyakit bukan berarti sehat.


Sesungguhnya sehat adalah suatu kondisi keseimbangan, di mana seluruh sistem organ di tubuh kita bekerja dengan selaras. Faktor-faktor yg mempengaruhi keselarasan tersebut berlangsung seterusnya adalah:
  1. Nutrisi yang lengkap dan seimbang
  2. Istirahat yang cukup
  3. Olah Raga yang teratur
  4. Kondisi mental, sosial dan rohani yang seimbang
  5. Lingkungan yang bersih
Apabila salah satu saja dari kelima faktor ini tidak tercukupi, akan membuat keseimbangan kinerja organ tubuh terganggu. Sesungguhnya tubuh memiliki mekanisme otomatis untuk mengembalikan keseimbangan kesehatannya , akan tetapi apabila hal ini berlangsung terus-menerus atau kekurangan tersebut dalam jumlah yg cukup besar, maka tubuh tidak mampu mengembalikan keseimbangan, dan hal inilah yg kita sebut sakit.

Istimewanya tubuh manusia, walaupun dalam kondisi sakit tubuh tersebut tetap dapat memulihkan dirinya sendiri. Untuk itu perlu dibantu dengan memberikan nutrisi dalam jumlah yang memadai secara lengkap ditambah dengan istirahat yang cukup. Dalam keadaan ini obat bukanlah faktor utama pemulihan, karena ada sebagian orang yg dapat pulih dari sakit tanpa bantuan obat, seperti misalnya penderita flu dan pilek. Obat dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala, tetapi penggunaannya tidak boleh berlebihan dan harus sesuai dengan petunjuk dokter.

when u change.....

when you change your thinking you change your beliefs
when you change your beliefs you change your expectations
when you change your expectations you change your attitude
when you change your attitude you change your behaviour
when you change your behaviour you change your performance
when you change your performance you change your destiny
when you change your destiny you change your life


Ada kalanya orang terpikir untuk memperbaiki hidupnya. Mungkin karena ulang tahun dan merenung "Sudah hidup sekian tahun tapi yg sy capai rasanya belum banyak". Atau bertemu teman lama dan menyadari perbedaan capaian dalam jangka waktu yg sama. Atau tergerak melihat kondisi keluarganya yg jauh dari cukup. Bisa juga melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yg kemudian mengingatkan pada keinginan-keinginan lama yg terpaksa dikubur karena keterbatasan.

Kalau kita renungkan, hidup kita saat ini adalah karena performa kita di masa lampau, sehingga orang lain menempatkan kita di posisi saat ini. Misalkan, karena performa yg bagus, saat ini sy ditempatkan sebagai supervisor produksi, hidup sy pun disesuaikan dgn posisi sy. Atau bisa juga
sy ditempatkan sebagai office boy, sehingga kehidupan sy pun berada pada taraf yg bisa dibiayai oleh pendapatan office boy.

Berarti kalau saat ini kita ingin mengubah kondisi hidup, target kita adalah mengubah posisi kita di lingkungan kita. Karena posisi kita saat ini ditentukan oleh apa yg kita lakukan di masa lampau, maka kita harus mengubah performa kita saat ini, sehingga di masa depan kita tidak berada di posisi yg sama.

Performa kita tidak mungkin tiba-tiba berubah menjadi lebih baik dalam semalam. Diperlukan peningkatan intensif dan bertahap untuk bisa memperbaiki performa. Oleh karena itu untuk memperbaiki performa diperlukan pembentukan kebiasaan baru. Misalkan, untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris, kita mengikuti kursus bhs Inggris secara intensif, sehingga terbentuk kebiasaan bercakap-cakap dalam bhs Inggris.

Akan tetapi, kebiasaan baru ini hanya bisa bertahan apabila kita mengembangkan sikap baru untuk melaksanakannya. Sikap baru ini tidak bisa terbentuk apabila ekspektasi kita tidak berubah. Sedangkan perubahan ekspektasi hanya bisa terjadi apabila kita merubah keyakinan kita. Dan keyakinan bisa berubah hanya jika kita merubah pola pikir kita.

Oleh sebab itu, perubahan apapun dimulai dari peruahan pola pikir. Ada orang yg membentuk
pola pikirnya dari bacaan-bacaan yg dia serap. Ada lagi yg membentuk pola pikirnya dari pengamatan peristiwa-peristiwa sekelilingnya. Bisa juga terbentuk dari opini-opini orang-orang di sekelilingnya. Yang pasti, apapun caranya, pastikan untuk menggunakan cara paling sesuai bagi kita masing-masing untuk mengadakan perubahan pola pikir.


"kadang diperlukan 1 ton pendidikan untuk mengubah 1 ons persepsi"

Kip de spirit haih....